159 Juta Iklan Penipuan Dihapus, Jutaan Akun Diturunkan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Meta menyebut upayanya membersihkan platform dari penipuan mulai menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang tahun lalu, perusahaan mengklaim telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan dan menurunkan hampir 11 juta akun yang diduga terkait jaringan kejahatan tersebut.
Kerja Sama Lintas Pihak
Angka ini disampaikan Vice President Meta Asia Pasifik, Ben Joe. Menurutnya, langkah pemberantasan penipuan tahun ini justru diperluas lagi lewat kerja sama dengan pihak-pihak eksternal, mulai dari Microsoft, Coinbase, Departemen Kehakiman Amerika Serikat, kepolisian, sampai berbagai instansi pemerintah dan otoritas di banyak wilayah.
Selain menghapus iklan, Meta juga mencatat lebih dari satu juta akun, halaman, dan grup yang berkaitan dengan penipuan telah ditutup, sementara 63 individu dari sindikat penipuan berhasil ditangkap dan diamankan.
92 Persen Dihapus Secara Proaktif
Yang menarik, sebagian besar tindakan ini dilakukan sebelum ada laporan dari pengguna. Meta mengklaim 92 persen iklan penipuan sudah dihapus secara proaktif oleh sistemnya sendiri. Perusahaan juga menargetkan 90 persen pendapatan iklan globalnya berasal dari entitas bisnis yang sudah terverifikasi pada akhir 2026.
Di sisi edukasi, Meta menjalankan kampanye keamanan siber yang disebut menjangkau hingga 300 juta pengguna, mendorong mereka memakai passkey dan otentikasi dua faktor. Ben Joe menggambarkan tujuan kampanye ini sebagai upaya mengajak masyarakat untuk mengunci pintu depan digital mereka sebelum ada pihak tak diundang yang masuk.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Pengadilan Larang Raksasa Medsos Pakai Konten Pers untuk Latih AI, Denda Miliaran per Hari

Petinggi Meta Pindah ke Startup AI dan Jadi Direktur Keuangan

Dari Barisan Depan ke Kursi Panas: Raksasa Teknologi Hadapi Era Pengawasan Ketat

Nama Baik Tercemar, Jokowi: 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu

Modal Jumbo untuk Startup yang Ingin Mengubah Cara Tim Penjualan Bekerja

Ketika Ponsel Pintar Bisa Disadap Tanpa Disadari
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



