Iklan
EkonomiArtikel

Belajar Membatik di Bintan, Anak Muda Jadi Penjaga Warisan Budaya

Rina Marlina

Oleh

Belajar Membatik di Bintan, Anak Muda Jadi Penjaga Warisan Budaya
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Rina Marlina)

Reading Comfort

INTARTA.com - Setiap akhir pekan, Rumah Batik Bintan di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, berubah menjadi ruang belajar bagi anak-anak dan remaja setempat. Mereka mengisi waktu libur dengan belajar membatik, mengasah kreativitas melalui potensi yang ada di sekitar mereka. Pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya.

Di balik inisiatif tersebut ada Jatmiko, pemilik Rumah Batik Bintan, yang mengajak remaja desa melestarikan batik lewat praktik langsung. Ia percaya budaya hanya akan bertahan bila dikenalkan sejak dini kepada generasi penerus.

Baca Juga:Sekolah Kosong Saat Banjir Lahar, Guru Tetap Hadir dan Belajar Beralih Daring

"Budaya harus kita lestarikan terus-menerus. Mau tidak mau, kita harus mengedukasi generasi muda saat ini," kata Jatmiko. "Remaja-remaja yang ada di desa ini saya ajak untuk melestarikan batik dengan belajar. Dari situ mereka tahu bagaimana membatik, lama-lama mereka pandai membatik, dan merekalah yang akan menjadi para pembatik."

Ruang Belajar, Ruang Berkarya

Batik yang dikembangkan di Rumah Batik Bintan mengusung motif-motif khas Bintan, seperti laut, flora dan fauna lokal, serta unsur budaya Melayu yang menjadi identitas kuat daerah tersebut. "Batik ini bukan sekadar kain, tapi cerita. Di setiap motif ada nilai lokal yang ingin kami lestarikan," ujar Jatmiko.

Baca Juga:Motif Batik Hiasi BMW Klasik di Pameran Otomotif Kelas Dunia

Remaja Desa Ekang Anculai yang ikut belajar di Rumah Batik Bintan ternyata mendapati proses membatik tidak semudah yang dibayangkan. Aisan, salah satu remaja yang ikut belajar, mengaku diajak temannya untuk datang dan awalnya tidak menyangka prosesnya cukup menantang. "Susah sih, kita harus kontrol saat memegang canting. Ternyata susah itu ya, jadi hebat orang-orang yang bisa membuat batik yang bagus," tuturnya.

Selain keterampilan membatik, para remaja juga mendapat pengalaman lain. Karena pengunjung yang datang banyak berasal dari luar daerah, mereka berkesempatan berlatih berkomunikasi, termasuk berbahasa Inggris, dengan para tamu.

Dari Desa Wisata untuk Indonesia

Desa Ekang Anculai sendiri dikenal sebagai desa wisata berbasis masyarakat. Untuk memperkenalkan potensi desanya ke dunia luar, Jatmiko memanfaatkan media sosial dan kanal digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga situs web.

Ia berharap apa yang dirintis di desanya dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. "Setiap desa menyimpan potensi yang layak ditemukan, dirawat, dan dikembangkan," ujarnya. Ekonomi desa, menurutnya, bisa tumbuh dari apa yang sudah dimiliki masyarakat, selama potensi lokal bertemu dengan kesempatan dan dukungan yang setara.

Sumber: YouTube - KOMPASTV

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…