Bercak Kuning di Kelopak Mata Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Bercak kekuningan yang muncul di sekitar kelopak mata sering dianggap sekadar masalah penampilan. Padahal, perubahan kecil itu bisa menjadi tanda awal bahwa kadar kolesterol dalam darah sudah terlalu tinggi dan patut diwaspadai.
Dalam dunia medis, timbunan kekuningan di kelopak mata itu dikenal sebagai xanthelasma. Bercaknya berwarna kuning pucat, terasa sedikit menonjol dan padat, serta kerap muncul simetris di kedua mata, baik kelopak atas maupun bawah. Penglihatan umumnya tidak terganggu, tetapi keberadaannya patut menjadi alarm untuk memeriksa kondisi tubuh lebih lanjut.
Baca Juga:Gelombang Aksi Massa Akhir Pekan Kembali Memanas, Puluhan Ribu Aparat DisiagakanApa Itu Xanthelasma
Xanthelasma terbentuk dari timbunan lemak atau kolesterol di bawah permukaan kulit. Kondisi ini kerap berkaitan dengan tingginya kadar LDL, kolesterol yang kerap disebut kolesterol jahat. Ketika LDL berlebih, lemak dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyempitkan aliran darah menuju jantung serta otak.
Sebaliknya, HDL atau kolesterol baik membantu membersihkan lemak dari aliran darah. Menjaga keseimbangan keduanya menjadi kunci penting bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca Juga:Gajian Habis Sebelum Akhir Bulan? Begini Cara Mengatur Uang agar Tidak BorosMengapa Kolesterol Tinggi Berbahaya
Kolesterol tinggi sering dijuluki pembunuh diam-diam karena jarang menimbulkan keluhan yang jelas. Banyak orang baru menyadari kondisinya setelah komplikasi muncul, seperti serangan jantung, stroke, penyumbatan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, hingga gangguan sirkulasi. Risiko komplikasi meningkat ketika kadar LDL melampaui batas normal, terutama di atas 130 mg/dL.
Penanganan dan Pencegahan Sejak Dini
Bila bercak mencurigakan muncul di kelopak mata, langkah pertama adalah menjalani pemeriksaan medis, termasuk tes kadar kolesterol. Dokter dapat menyarankan pengangkatan plak lewat operasi kecil, kauterisasi kimia dengan larutan khusus, krioterapi yang membekukan plak secara bertahap, atau terapi laser yang meminimalkan risiko jaringan parut.
Pencegahan jangka panjang bertumpu pada gaya hidup sehat: mengurangi lemak jenuh, memperbanyak buah dan sayur, berolahraga rutin setidaknya tiga kali seminggu, menghindari rokok, membatasi alkohol, mengelola stres, dan tidur cukup setiap hari. Pemeriksaan darah berkala juga penting agar risiko terdeteksi sejak dini, sebelum berkembang menjadi penyakit yang mengancam nyawa.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Gelombang Aksi Massa Akhir Pekan Kembali Memanas, Puluhan Ribu Aparat Disiagakan

Gajian Habis Sebelum Akhir Bulan? Begini Cara Mengatur Uang agar Tidak Boros

Jensen Huang Jadi Target Plot Mata-Mata, Tiga Komite Kongres Minta Penjelasan Tertutup

Istri Cerdas Finansial: Diam-Diam Menjaga Masa Depan Keluarga Lewat Keputusan Kecil

Tujuh Usaha Desa yang Sering Dipandang Sebelah Mata, Padahal Bisa Mengubah Nasib

Gaji Rp3 Juta Bisa Investasi? Ini 7 Pilihan yang Masuk Akal Setelah Gajian
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



