Candi Bajang Ratu, Gapura Megah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Candi Bajang Ratu menjadi salah satu bukti kejayaan Kerajaan Majapahit — salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar dalam sejarah Nusantara. Kerajaan yang berdiri pada akhir abad ke-13 ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, dengan Gajah Mada sebagai mahapatih, dan pengaruhnya meluas ke berbagai wilayah Nusantara.
Candi Bajang Ratu terletak di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Bangunan ini berbentuk gapura paduraksa, yaitu gerbang yang memiliki atap.
Baca Juga:Raja Menuding Jaksa Agung Menghambat Tahanan Rumah Mantan Perdana MenteriMemperingati Wafatnya Raja Jayanegara
Waktu pembangunan gapura ini belum diketahui secara pasti. Namun, relief Ramayana serta ornamen binatang dan naga pada bangunannya menjadi bagian dari petunjuk sejarah yang berkaitan dengan periode Majapahit.
Candi Bajang Ratu dipercaya dibangun untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara. Bangunan ini bukan berfungsi sebagai makam, melainkan diduga berkaitan dengan akses menuju kompleks bangunan suci.
Baca Juga:Jaksa Agung Bertahan soal Penundaan Tahanan Rumah di Tengah Teguran IstanaTermasuk Kawasan Cagar Budaya Trowulan
Gapura tersebut dipugar pada 1989 hingga 1992. Candi Bajang Ratu juga termasuk dalam kawasan cagar budaya Trowulan yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 260/M/2013.
Sumber: Okezone
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Raja Menuding Jaksa Agung Menghambat Tahanan Rumah Mantan Perdana Menteri

Jaksa Agung Bertahan soal Penundaan Tahanan Rumah di Tengah Teguran Istana

Utang Rp1 Juta Berujung Maut, Tiga Orang Jadi Tersangka

Sutradara Peraih Oscar Sebastián Lelio Meninggal di Usia 52 Tahun

Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Berkedok Rekrutmen Tentara Bayaran

Hasto Sebut Gibran Kehilangan Legitimasi Moral sebagai Pemimpin Nasional
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



