Dari Kerja Layak hingga Guru Sejahtera, Ini Gagasan untuk Indonesia Besok
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Semangat Sumpah Pemuda kembali digaungkan dalam episode spesial GAGAS RI bertajuk Indonesia Besok. Episode ini menghadirkan antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan aktor Reza Rahardian, yang berbagi gagasan tentang masa depan anak muda Indonesia melalui lima pilar: kerja, negeri, bumi, nusa, dan belajar.
Benang merahnya berangkat dari ikrar 28 Oktober 1928: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Hampir seabad kemudian, keresahan anak muda berubah wajah, dari keterbatasan zaman kolonial menjadi sempitnya kesempatan kerja, krisis iklim, hingga tata kelola negara yang belum sepenuhnya adil.
Baca Juga:Empat Lembaga dan Pemerintah Bersatu, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan Lebih Tepat SasaranPilar Kerja: Pekerjaan Layak, Bukan Sekadar Gaji
Membuka pilar kerja, Erick Thohir menegaskan bahwa kerja bagi generasi muda bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan. Kerja juga berkaitan dengan kesempatan berkembang, kepastian hidup yang layak, dan ruang untuk turut membangun negeri.
Karena itu, kehadiran negara harus komprehensif dalam menciptakan kesempatan kerja dan akses berkarya, agar anak muda tidak dibiarkan bertahan sendiri menghadapi masa depan.
Baca Juga:Meteorit Berusia 4,1 Miliar Tahun Ungkap Jejak Air Kuno di MarsPilar Negeri: Pemilu Bermakna dan Daerah yang Adil
Dalam pilar negeri, diskusi menyoroti perlunya pemilu yang bermakna, bukan sekadar ritual berkala. Di antara gagasan yang mengemuka adalah sistem pemilu campuran yang memadukan wakil dari setiap daerah pemilihan dengan wakil dari daftar partai, penataan ambang batas fraksi di parlemen, serta peningkatan dana negara untuk partai yang diimbangi demokratisasi internal partai.
Semangat persatuan itu juga dikaitkan dengan desentralisasi dan otonomi daerah, warisan penting reformasi 1998. Daerah-daerah yang dulu rela melepaskan kekuasaan demi negara kesatuan kini menuntut hubungan pusat dan daerah yang ditata lebih adil, agar kekayaan nusantara dikelola untuk kesejahteraan seluruh rakyat, termasuk penyandang disabilitas dan kedaulatan pangan lokal.
Pilar Belajar: Guru Sejahtera, Generasi Unggul
Pada pilar belajar, pembahasan mengarah pada kesejahteraan guru sebagai pilar kemajuan bangsa. Dalam diskusi disinggung alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN, yang sebagian juga dipakai untuk program lain, termasuk program makan bergizi, sehingga rincian untuk sarana, gaji guru, dan biaya operasional murid perlu diperjelas.
Mengemuka pula usulan standar gaji guru secara nasional, bukan sekadar disesuaikan dengan biaya hidup tiap daerah. Kata layak dalam rancangan undang-undang sistem pendidikan nasional dinilai masih multiinterpretasi dan perlu didefinisikan secara konkret, disertai penjaminan status dan kompetensi guru yang merata, termasuk di daerah terpencil dan sulit. Harapannya, Komisi X DPR dapat melahirkan undang-undang sistem pendidikan nasional yang baru dengan dasar yang jelas tentang guru yang sejahtera.
Penutup: Rawat Optimisme
Diskusi ditutup dengan pesan yang patut dibawa pulang: masa depan Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Negara, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama dengan keberanian mengambil keputusan dan konsistensi menjalankannya, menuju Indonesia Emas 2045.
Optimisme, dalam pesan penutup itu, bukan alasan untuk berdiam diri, melainkan tenaga untuk mencari jalan dan menghadirkan solusi. Indonesia yang kuat tumbuh dari kerja bersama yang terus dijaga, dimulai dari daerah, dari gagasan hari ini, untuk Indonesia esok hari.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Empat Lembaga dan Pemerintah Bersatu, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan Lebih Tepat Sasaran

Meteorit Berusia 4,1 Miliar Tahun Ungkap Jejak Air Kuno di Mars

Sekolah Kosong Saat Banjir Lahar, Guru Tetap Hadir dan Belajar Beralih Daring

Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Iming-Iming Bonus Rp620 Juta, 58 Korban Dijerat Modus Tentara Bayaran

Tenang Mengatur Uang Keluarga, Istri Cerdas Finansial Menyiapkan Masa Depan dari Keputusan Kecil
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



