Kota Hijau, Aturan Ketat, dan Pola Hidup yang Membuat Warganya Berumur Panjang
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Sebuah kota modern dengan kepadatan penduduk tinggi kini ramai dibahas sebagai contoh blue zone masa kini setelah mencatat angka harapan hidup yang sangat tinggi. Capaian itu membuatnya kerap disandingkan dengan wilayah-wilayah yang sudah lama dikenal memiliki penduduk berumur panjang.
Berdasarkan data Departemen Statistik Singapura, rata-rata angka harapan hidup penduduk di sana mencapai 83,9 tahun pada 2025. Angka tersebut menunjukkan kualitas hidup warganya tidak hanya ditopang layanan kesehatan, tetapi juga tata kota, kebijakan publik, lingkungan, dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Baca Juga:Sepuluh Kebiasaan yang Membuat Kekayaan Bertahan dari Generasi ke GenerasiBlue zone adalah sebutan untuk wilayah yang penduduknya dikenal berumur panjang dan tetap memiliki kualitas hidup yang relatif baik di usia lanjut. Pembahasan ini menjadi menarik karena terjadi di kota modern dengan ritme perkotaan yang cepat, bukan di wilayah pedesaan yang tenang.
Angka Harapan Hidup yang Tinggi
Data terbaru menunjukkan laki-laki memiliki angka harapan hidup sekitar 81,8 tahun, sedangkan perempuan mencapai 86,0 tahun. Penduduk yang sudah berusia 65 tahun pun masih memiliki prospek hidup hingga sekitar 86,6 tahun.
Baca Juga:Gajian Habis Sebelum Akhir Bulan? Begini Cara Mengatur Uang agar Tidak BorosAngka-angka itu memberi gambaran bahwa sistem kesehatan, lingkungan, dan dukungan sosial bagi kelompok lanjut usia berjalan relatif kuat. Harapan hidup sendiri adalah perkiraan rata-rata lama hidup seseorang berdasarkan kondisi kesehatan, sosial, dan demografi pada periode tertentu, bukan jaminan setiap orang akan hidup sampai usia tersebut.
Kebijakan Publik Berperan Besar
Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan umur panjang adalah kebijakan pemerintah dalam menjaga kesehatan publik. Negara kota itu menerapkan pengendalian ketat terhadap produk yang berisiko bagi kesehatan, termasuk rokok dan alkohol.
Pajak tinggi terhadap alkohol dan rokok ditujukan untuk menekan konsumsi produk berisiko, sementara larangan merokok di banyak ruang publik membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Masyarakat pun tidak hanya didorong mengurangi kebiasaan berisiko, tetapi juga mendapat lingkungan yang lebih bersih dan aman untuk beraktivitas.
Kota Hijau di Tengah Kepadatan
Di tengah kepadatan bangunan, perencanaan ruang hijau tetap diintegrasikan ke dalam kehidupan warga melalui taman, jalur pejalan kaki, dan ruang terbuka. Ruang hijau mendorong masyarakat bergerak lebih aktif tanpa harus meninggalkan kawasan perkotaan.
Kebiasaan sehat pun terbentuk secara alami dari rutinitas harian, seperti berjalan kaki, menggunakan transportasi umum, atau beraktivitas di taman kota. Aktivitas fisik tidak selalu harus berupa olahraga berat di pusat kebugaran.
Gaya Hidup Sehat dan Power 9
Peneliti umur panjang Dan Buettner memperkenalkan konsep Power 9, yaitu sembilan kebiasaan yang banyak ditemukan di wilayah blue zone. Prinsip itu mencakup aktivitas fisik alami, tujuan hidup, pengelolaan stres, pola makan sederhana, serta hubungan sosial yang kuat.
Kota ini dinilai memiliki sejumlah unsur yang sejalan dengan prinsip tersebut, terutama dari sisi tata kota, akses kesehatan, dan kebiasaan bergerak. Salah satu prinsip pentingnya adalah bergerak secara alami lewat kegiatan sehari-hari, serta menjaga pola makan dan tidak makan berlebihan. Kebiasaan berhenti makan sebelum terlalu kenyang kerap dianggap membantu menjaga metabolisme tubuh.
Peran Komunitas dan Keluarga
Umur panjang tidak hanya ditentukan layanan kesehatan dan makanan. Kedekatan dengan keluarga, keterlibatan dalam komunitas, dan lingkungan pertemanan yang sehat berperan besar dalam menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup, terutama pada usia lanjut.
Dukungan sosial dapat membantu seseorang mengelola stres, merasa dibutuhkan, dan tetap aktif dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan ke depan bagi kota yang maju secara ekonomi adalah menjaga keseimbangan antara kehidupan perkotaan yang cepat dengan kebutuhan warga atas ruang sosial yang sehat.
Apa yang Bisa Dipelajari?
Pengalaman ini menunjukkan umur panjang tidak hanya bergantung pada pilihan pribadi. Kebijakan publik, desain kota, akses kesehatan, dan lingkungan sosial ikut membentuk kebiasaan warga. Negara lain bisa memetik pelajaran dari sini: pentingnya ruang terbuka hijau, pembatasan konsumsi produk berisiko, transportasi yang mendorong mobilitas aktif, serta layanan kesehatan yang mudah diakses.
Langkah awal bagi tiap orang justru jauh lebih sederhana: bergerak lebih banyak, mengurangi rokok dan alkohol, menjaga pola makan, mengelola stres, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Kuncinya bukan satu faktor saja, melainkan ekosistem yang membuat hidup sehat menjadi pilihan yang mudah dilakukan setiap hari.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Sepuluh Kebiasaan yang Membuat Kekayaan Bertahan dari Generasi ke Generasi

Gajian Habis Sebelum Akhir Bulan? Begini Cara Mengatur Uang agar Tidak Boros

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo Hari Ini: Jaga Kesehatan dan Manfaatkan Peluang Keuangan

Tujuh Prinsip Hidup Minimalis yang Tak Ekstrem demi Keuangan Lebih Tenang

Penjualan Rumah Mulai Menggeliat, Tanda Awal Pasar Properti Bangkit

Kenapa Menabung Kini Terasa Lebih Berat dari Dulu?
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



