Ponsel yang Bisa Dibongkar Sendiri Pakai Obeng Kini Resmi Dijual
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Di tengah tren ponsel flagship yang makin sulit dibongkar sendiri, sebuah produsen menawarkan pendekatan berbeda: ponsel yang komponennya bisa diganti sendiri hanya bermodal obeng. Perangkat terbarunya, Fairphone 6 Plus, kini resmi tersedia di pasar Amerika Serikat.
Fairphone 6 Plus dijalankan dengan Android 16 dan mendukung jaringan seluler AT&T serta T-Mobile. Ponsel ini dibanderol 650 dolar AS, dijual lewat situs resmi Fairphone maupun Amazon, dengan tiga pilihan warna, yakni biru kobalt, hitam horizon, dan hijau hutan.
Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan BesarBukan Lompatan Besar dari Model Sebelumnya
Dari sisi hardware, 6 Plus sebenarnya bukan lompatan besar dari model 6 biasa yang dirilis tahun lalu. Pembaruannya terbatas pada chipset baru Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 dan RAM yang naik dari 8GB menjadi 12GB. Sementara itu, layar OLED 6,31 inci, kamera utama 50MP, dan kapasitas penyimpanan 256GB tetap sama seperti model sebelumnya.
Nilai Jual Utama: Bisa Dibongkar Sendiri
Yang membedakan Fairphone dari kebanyakan ponsel flagship bukan soal kecepatan atau kamera, melainkan kemudahan reparasi dan klaim keberlanjutan lingkungan. Dengan bermodal obeng, pengguna bisa mengganti sendiri 12 komponen ponsel ini, termasuk layar, baterai, kamera, hingga slot kartu SIM. Fairphone memberi garansi lima tahun untuk perangkat ini, dan menurut situs resminya, dukungan pembaruan sistem Android dijanjikan berlangsung sampai 2033.
Soal keberlanjutan, Fairphone mengklaim produknya 100 persen netral sampah elektronik, istilah yang mereka pakai untuk menyebut upaya mengimbangi jumlah limbah elektronik yang dihasilkan lewat program daur ulang atau pengelolaan sampah setara. Perusahaan ini juga menyebut separuh material yang dipakai berasal dari bahan daur ulang atau diproduksi lewat pabrik dengan standar kerja yang lebih adil.
Kontras dengan Ponsel Flagship Besar
Ponsel flagship dari produsen besar umumnya sulit, bahkan nyaris mustahil, diperbaiki atau diganti komponennya sendiri oleh kebanyakan pengguna, dan membongkarnya sendiri biasanya membuat garansi resmi jadi hangus. Selama ini kebutuhan reparasi biasanya ditangani toko servis pihak ketiga atau layanan resmi produsen, tetapi biayanya sering kali tidak murah, misalnya untuk mengganti baterai yang sudah lemah atau layar yang retak.
Ada juga sisi lingkungan dari isu ini. Kemampuan memperbaiki perangkat sendiri berpotensi memperpanjang umur pakai ponsel, sehingga tidak cepat berakhir jadi sampah elektronik. Inilah salah satu alasan kelompok advokasi konsumen mendorong lahirnya undang-undang hak untuk memperbaiki di seluruh 50 negara bagian, aturan yang mewajibkan produsen memberi akses lebih mudah bagi konsumen atau bengkel independen untuk memperbaiki produk elektronik.
Ketersediaan Fairphone 6 Plus masih terbatas di pasar tersebut, lewat jaringan AT&T dan T-Mobile. Tidak ada informasi soal rencana penjualan resmi di Indonesia. Meski begitu, konsep ponsel yang bisa diperbaiki sendiri ini tetap relevan untuk diikuti, mengingat isu sampah elektronik dan daya tahan perangkat juga jadi perhatian yang makin besar di banyak negara, termasuk Indonesia.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Tanpa Disadari, Isi Ponsel Bisa Disadap Lewat Jaringan Operator

Orang Tua Cari HP Aman untuk Anak, Perusahaan Ini Menjawabnya

Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Ketika Ponsel Pintar Bisa Disadap Tanpa Disadari

Penjualan Chip Ponsel Meleset, Saham Raksasa Semikonduktor Anjlok
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



