Produksi Dipangkas, 18 Emiten Batu Bara RI Malah Untung Besar-besaran
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Keberatan pengusaha terhadap pemangkasan produksi batu bara menjadi sorotan pada awal 2026. Namun, laporan keuangan semester I-2026 memperlihatkan banyak emiten batu bara justru membukukan keuntungan besar — sejumlah perusahaan bahkan mencatat pertumbuhan laba bersih hingga ratusan persen.
Dari 18 emiten yang ditelusuri, seluruhnya mencatatkan Net Profit After Tax (NPAT) positif pada Januari–Juni 2026. Sebanyak 16 emiten membukukan kenaikan laba tahunan, satu berbalik dari rugi menjadi laba, dan satu mengalami penurunan.
Baca Juga:Memimpin Perundingan Iklim Dunia di Tengah Sorotan atas Ekspor Batu Bara dan GasAdaro Pimpin dengan Laba Rp8,48 Triliun
Perbaikan mencolok terlihat pada Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) yang berbalik laba Rp79,53 miliar setelah rugi Rp177,23 miliar setahun sebelumnya. Sebaliknya, Karya Pacific Energy (IATA) menjadi satu-satunya yang turun — labanya merosot 82,43% menjadi Rp17,20 miliar, meski tetap positif.
Baca Juga:Laba Dua Raksasa Dagang Melonjak, Proyeksi Keuntungan Direvisi ke Rekor TertinggiProtes Pemangkasan Produksi
Polemik mencuat ketika pemerintah mengevaluasi RKAB pertambangan untuk 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memutuskan target produksi batu bara sekitar 600 juta ton — turun dari realisasi 817,48 juta ton pada 2025 — untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan demi menaikkan harga.
"Jangan harta negara kita dijual murah dong. Pengelolaan tambang ini kan harus berkesinambungan. Ada anak cucu kita juga yang harus melanjutkan bangsa ini," kata Bahlil.
Harga Batu Bara Menguat
Kinerja positif berlangsung di tengah menguatnya harga batu bara internasional. Rata-rata harga kontrak berjangka Newcastle sejak awal 2026 hingga 20 Oktober mencapai US$133,60 per ton — naik 23,11% dibanding rata-rata 2025 sebesar US$108,52 per ton. IEA menyebut ketidakpastian regulasi ekspor Indonesia turut menekan harga naik.
Sumber: CNBC Indonesia
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Memimpin Perundingan Iklim Dunia di Tengah Sorotan atas Ekspor Batu Bara dan Gas

Laba Dua Raksasa Dagang Melonjak, Proyeksi Keuntungan Direvisi ke Rekor Tertinggi

Tujuh Emiten Kena Sanksi OJK, Denda Terbesar Rp2,7 Miliar

OJK Jatuhkan Sanksi ke Tujuh Emiten dan Pihak Terkait, Denda Capai Miliaran

Laba Kuartal III Merosot, Raksasa Otomotif Pangkas Ribuan Pekerja

Axon Gelontorkan 1,2 Miliar Dolar ke Pembuat Drone Skydio, Sahamnya Malah Anjlok
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



