Sakit Kepala Berbulan-bulan, Bocah 12 Tahun Ternyata Idap Kelainan Aorta yang Sangat Langka
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Kasus medis yang sangat langka menimpa seorang anak berusia 12 tahun asal China. Ia dilarikan ke rumah sakit karena tekanan darahnya mencapai 225/158 mmHg, jauh di atas batas normal yang umumnya berada di bawah 120/80 mmHg.
Keluhan awalnya tampak sederhana: sakit kepala ringan yang terus kambuh selama lebih dari lima bulan. Setiap kali kambuh, sakit kepala itu bisa berlangsung 3-4 jam, disertai pusing, kelelahan, dan muntah.
Baca Juga:Istri Cerdas Finansial: Diam-Diam Menjaga Masa Depan Keluarga Lewat Keputusan KecilBukan Sekadar Sakit Kepala Biasa
Di rumah sakit, dokter sempat mendiagnosis anak itu dengan poliarteritis nodosa, penyakit peradangan yang merusak pembuluh darah kecil dan sedang. Namun obat penurun tekanan darah yang diberikan lewat infus tak juga berhasil mengendalikan kondisinya.
Pemeriksaan lanjutan menemukan kerusakan jaringan di kedua ginjal dan limpa akibat kekurangan pasokan darah, serta pengerasan pada aorta, pembuluh darah utama tubuh.
Baca Juga:Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik KerasEndapan Keras Seperti Terumbu Karang
Hasil pemeriksaan itu mengarah pada coral reef aorta, kondisi langka ketika plak keras seperti batu tumbuh di bagian dalam aorta dan menghambat aliran darah ke cabang pembuluh yang memasok ginjal dan usus.
Pada orang dewasa, kondisi ini biasanya berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, dan kebiasaan merokok. Namun pasien anak ini tidak memiliki satu pun faktor tersebut, dan dokter juga menyingkirkan kemungkinan gangguan metabolisme kalsium dan fosfat.
Tim dokter kemudian menemukan bahwa anak itu mengidap tuberkulosis paru aktif. Meski TBC dapat memicu peradangan di seluruh tubuh, para dokter menegaskan bahwa kaitan TBC dengan coral reef aorta masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Kasus yang Dipublikasikan di Jurnal Medis
Kasus ini dipublikasikan pada Juli 2026 di Journal of Medical Case Reports oleh tim dokter dari RS Xinjiang Medical University di Urumqi. Para penulisnya menggambarkan kondisi tersebut sebagai sangat langka di seluruh dunia.
Setelah prosedur untuk membuka arteri ginjal yang menyempit, tekanan darah pasien perlahan menurun dan tetap terkontrol selama masa tindak lanjut. Pada 2024, kasus serupa pernah dilaporkan pada anak laki-laki 12 tahun lain yang pernah menjalani perbaikan aorta saat masih bayi.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa sakit kepala yang tak kunjung hilang pada anak sebaiknya tidak dianggap sepele dan perlu diperiksakan lebih lanjut.
Sumber: CNN Indonesia
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Istri Cerdas Finansial: Diam-Diam Menjaga Masa Depan Keluarga Lewat Keputusan Kecil

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras

Setengah Abad Berlalu, Vaksin untuk Varian Ebola Ini Masih Belum Ada

Empat Korban Insiden Kenduri Maulid Sudah Diperbolehkan Pulang

Tujuh Langkah Kerja Cerdas agar Usaha Tak Lagi Terasa Sia-sia

Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di Rumahnya
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



