Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup: Cara Generasi Muda Menumpuk Penghasilan dari Banyak Sumber
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Bagi Timeka Gomillion, perempuan berusia 35 tahun yang tengah menempuh pendidikan teknik komputer, menjalani beberapa pekerjaan sekaligus sudah menjadi rutinitas. Ia bekerja sebagai petugas penerima tamu di sebuah tempat acara dan sebagai resepsionis di pusat kegiatan mahasiswa, sambil mengatur jadwal kuliah yang padat demi memenuhi kebutuhan finansial.
Gomillion bukan kasus tunggal. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, banyak pekerja mulai menerapkan income stacking, yaitu menggabungkan beberapa sumber pekerjaan demi memperkuat stabilitas keuangan. Bentuknya beragam, mulai dari pekerjaan sampingan atau freelance di luar pekerjaan penuh waktu, hingga memadukan beberapa pekerjaan paruh waktu sekaligus.
Baca Juga:Kerja Keras Saja Ternyata Belum Cukup untuk Keluar dari KemiskinanData pemerintah terbaru menunjukkan hampir 8,4 juta orang dewasa, atau sekitar 5,2% dari angkatan kerja, saat ini bekerja lebih dari satu pekerjaan. Kemajuan teknologi membuat peluang penghasilan tambahan semakin mudah dijangkau. Platform seperti DoorDash dan Uber membuka pekerjaan pengantaran yang fleksibel, sementara Fiverr dan Upwork menghubungkan pekerja lepas dengan klien di seluruh dunia. Media sosial membuka peluang menjadi influencer, dan TaskRabbit memungkinkan seseorang mengambil pekerjaan kecil sesuai permintaan.
Bukan Sekadar Uang, tapi Juga Keterampilan
Bagi sebagian orang, menumpuk penghasilan bukan hanya soal uang, melainkan juga pengembangan diri. Aidan Hoo, mahasiswa berusia 19 tahun yang belajar ilmu komputer, menjalani tiga pekerjaan paruh waktu sebagai teknisi audiovisual dan siaran. Menurutnya, pekerjaan-pekerjaan itu membantunya membayar biaya kuliah sekaligus mempelajari keterampilan baru yang relevan dengan bidang yang ia tekuni.
Baca Juga:Menganggur Lebih dari Setahun, Peluang Kerja Justru Makin MenyempitSebuah survei terbaru Fiverr menemukan 64% responden Gen Z meyakini memiliki beberapa sumber penghasilan sangat penting bagi keamanan finansial. Lebih dari separuhnya, yaitu 55%, menilai pekerjaan penuh waktu tradisional pada akhirnya mungkin akan menjadi usang, sementara 39% sudah bekerja freelance atau berencana segera memulainya.
Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan
Ketika pasar kerja terus berubah, pekerja seperti Gomillion dan Hoo menyiapkan diri menghadapi ketidakpastian dengan membangun sumber penghasilan alternatif agar bisa beradaptasi lebih cepat bila diperlukan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting bagi perusahaan: bagaimana mereka harus merespons tren yang terus berkembang ini?
Terkait perlu tidaknya memberitahu perusahaan soal pekerjaan sampingan, Wolfe menyarankan pendekatan yang terbuka dan langsung, dengan kesepakatan bersama untuk menangani masalah apa pun yang muncul. Bagi Gomillion sendiri, income stacking tidak hanya menopang keuangan, tetapi juga membentuk arah karier masa depannya. Ia berharap tetap bekerja di bidang produksi audiovisual setelah lulus, karena di setiap pekerjaannya ia mempelajari cara kerja perangkat lunak maupun perangkat keras tertentu.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kerja Keras Saja Ternyata Belum Cukup untuk Keluar dari Kemiskinan

Menganggur Lebih dari Setahun, Peluang Kerja Justru Makin Menyempit

Lima Tahap Menuju Keuangan yang Lebih Tenang Meski Gaji Pas-pasan

Tiga Cara Sederhana Mengatur Gaji Kecil agar Tetap Cukup sampai Akhir Bulan

Sudah Menabung tapi Saldo Tak Kunjung Bertambah? Ini Lima Kesalahan yang Sering Tak Disadari

Tujuh Langkah Kerja Cerdas agar Usaha Tak Lagi Terasa Sia-sia
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



