Siemens Ingatkan: Jangan Hapus Pekerjaan Pemula, AI Tetap Butuh Pengawasan Manusia
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Siemens memperingatkan perusahaan-perusahaan agar tidak menghapus pekerjaan pemula (entry-level) yang kini semakin banyak dikerjakan oleh kecerdasan buatan (AI). Raksasa industri asal Jerman itu menilai, pekerja muda bisa kehilangan keterampilan penting — termasuk kemampuan mengawasi hasil kerja AI — jika tugas-tugas dasar langsung diserahkan kepada mesin.
Peringatan itu disampaikan Judith Wiese, chief people and sustainability officer Siemens, dalam sebuah kesempatan pekan ini. Menurutnya, ketika pekerjaan rutin dialihkan ke AI, karyawan muda tidak lagi mendapat kesempatan memperoleh pengalaman langsung yang akan sangat berguna di kemudian hari dalam karier mereka.
Baca Juga:Dari Barisan Depan ke Kursi Panas: Raksasa Teknologi Hadapi Era Pengawasan Ketat“Pertanyaan krusialnya selalu: apa yang perlu saya kerjakan, periksa, dan lihat sendiri agar tidak disesatkan oleh AI?” kata Wiese.
Contoh pada Pengembang Perangkat Lunak
Wiese mencontohkan para pengembang perangkat lunak (software developer). Menurutnya, penting bagi mereka untuk tetap mampu menulis kode sendiri agar bisa memeriksa secara kritis kode yang dihasilkan AI.
Baca Juga:AI Bukan Pengganti Manusia, Kendali Akhir Tetap di Tangan Praktisi HRPerusahaan-perusahaan, lanjut Wiese, harus memberi kesempatan kepada karyawan muda untuk mengerjakan sendiri tugas-tugas tersebut dan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk menilai hasil kerja AI.
AI Juga Membantu
Meski demikian, Wiese mengakui bahwa AI juga bisa membantu karyawan memperoleh keterampilan lebih cepat. Bahkan, para karyawan yang lebih senior bisa belajar dari rekan-rekan mereka yang lebih muda karena generasi muda tumbuh besar dengan menggunakan AI.
Terkait dampak AI terhadap lapangan kerja, Wiese mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Ia mencatat Siemens saat ini memiliki sekitar 30.000 insinyur perangkat lunak.
“Produktivitas tambahan bisa digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang sama dengan jumlah orang lebih sedikit, atau mengerjakan lebih banyak dengan jumlah karyawan yang sama,” ujarnya.
Wiese juga menegaskan bahwa AI membuat proses kerja berjalan lebih cepat, memungkinkan penjelajahan ide-ide baru, serta mewujudkan proyek-proyek yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan tanpa teknologi tersebut. Siemens, katanya, akan terus merekrut dan berinvestasi pada talenta muda.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dari Barisan Depan ke Kursi Panas: Raksasa Teknologi Hadapi Era Pengawasan Ketat

AI Bukan Pengganti Manusia, Kendali Akhir Tetap di Tangan Praktisi HR

Modal Jumbo untuk Startup yang Ingin Mengubah Cara Tim Penjualan Bekerja

OpenAI Kini Bernilai 1,25 Triliun Dolar Usai Raih Dana Segar 11 Miliar Dolar

Anggaran Kecerdasan Buatan Karyawan Dipangkas di Tengah Pengetatan Biaya

Ketika Ponsel Pintar Bisa Disadap Tanpa Disadari
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



