Antisipasi Banjir, Dinas SDABMBK Deliserdang Minta Kades Petakan Wilayah Rawan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
DELISERDANG - INTARTA.com - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deliserdang meminta seluruh kepala desa di Kecamatan Pantai Labu memetakan wilayah rawan banjir. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi menghadapi curah hujan tinggi dan potensi masuknya air pasang laut ke permukiman warga.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengairan Dinas SDABMBK Kabupaten Deliserdang, Dicky Afandha Batubara, dalam pertemuan bersama para kepala desa se-Kecamatan Pantai Labu di Aula Kantor Camat Pantai Labu, Senin (19/10).
Baca Juga:Rapat Anggaran Diskors Tanpa Kelanjutan, Kader Minta Ketua DPD DievaluasiDalam pertemuan itu, Dicky meminta para kepala desa mendata dusun dan wilayah yang kerap terendam banjir sekaligus mengidentifikasi penyebab serta kendala yang dihadapi di lapangan. Pemetaan tersebut mencakup kondisi aliran sungai, pendangkalan akibat sedimentasi, potensi masuknya air pasang laut ke permukiman, serta sistem drainase yang belum mampu mengalirkan air secara optimal saat hujan deras.
"Perlu diketahui apakah air sungai masuk ke permukiman warga, karena sedimentasi sungai sudah penuh, sehingga perlu normalisasi. Atau diperlukan pemasangan pintu klep untuk mencegah air pasang laut masuk ke desa," kata Dicky.
Ia juga meminta para kepala desa memastikan jalur aliran air menuju tempat pembuangan akhir tidak terhambat ketika hujan deras. Berbagai kendala yang berpotensi menghambat pekerjaan penanganan perlu diidentifikasi sejak awal.
Baca Juga:Puncak Musim Hujan Tiba, Waspada Banjir, Longsor, dan Banjir RobTitik Koordinat agar Penanganan Tepat Sasaran
Dicky menegaskan setiap lokasi yang membutuhkan penanganan harus dilengkapi titik koordinat agar petugas lebih mudah menemukan wilayah sasaran dan menentukan jenis pekerjaan yang diperlukan.
"Data titik koordinat sangat penting agar penanganan bisa lebih tepat sasaran. Baik melalui normalisasi sungai, pemasangan pintu klep, maupun pembangunan drainase," jelasnya.
Sementara itu, Camat Pantai Labu, Boby Arianto, menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, koordinasi antara Dinas SDABMBK dan pemerintah desa penting untuk mengetahui titik-titik penyebab banjir, baik akibat air pasang laut maupun tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Boby berharap seluruh kepala desa segera menyampaikan data wilayah rawan banjir beserta titik koordinatnya kepada Dinas SDABMBK Kabupaten Deliserdang, sehingga proses identifikasi dan penanganan dapat dilakukan lebih mudah, terarah, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dicky menambahkan, Pantai Labu merupakan kecamatan ke-7 yang dikoordinasikan dalam upaya membantu kecamatan menentukan penyebab banjir, yang nantinya bisa diajukan kecamatan ke Bappedalitbang. Sebelumnya koordinasi serupa telah dilakukan di Kecamatan Sunggal, Hamparan Perak, Batang Kuis, Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, dan Percut Sei Tuan.
Sumber: Waspada.id
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Rapat Anggaran Diskors Tanpa Kelanjutan, Kader Minta Ketua DPD Dievaluasi

Puncak Musim Hujan Tiba, Waspada Banjir, Longsor, dan Banjir Rob

Siaga Cuaca Ekstrem dan Banjir Bandang Memasuki Musim Hujan

Jembatan Putus dan Permukiman Terendam, Ratusan Keluarga Dievakuasi

Sekolah Kosong Saat Banjir Lahar, Guru Tetap Hadir dan Belajar Beralih Daring

Curiga Ikut Jadi Target, Sekjen Demokrat Desak Dalang Penyadapan Dibongkar
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



