BMW Pangkas 1.800 Pekerja setelah Penjualan Terjun Bebas
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
SHENYANG - INTARTA.com - Produsen otomotif BMW mulai memangkas tenaga kerjanya di pasar terbesarnya. Sebanyak 1.800 karyawan atau sekitar 10 persen dari total pekerja di BMW Brilliance Automotive (BBA) terdampak pemutusan hubungan kerja terhitung sejak Senin, 2 November.
Kebijakan itu menyasar staf lini produksi hingga bagian administratif, dengan porsi terbesar menimpa pekerja di fasilitas manufaktur utama BMW di Shenyang, Provinsi Liaoning. Sejumlah karyawan mengonfirmasi perusahaan memberikan paket kompensasi dengan skema N+5: komponen N dihitung dari gaji bulanan sebelum pajak, sementara tambahan angka 5 diambil dari gaji pokok di luar bonus kinerja.
Baca Juga:Laba Kuartal III Merosot, Raksasa Otomotif Pangkas Ribuan PekerjaBagian dari Restrukturisasi Global
Pemangkasan di pasar tersebut disinyalir merupakan bagian dari restrukturisasi global BMW Group. Sebelumnya, perusahaan merencanakan pengurangan sekitar 8.000 karyawan atau 5 persen dari total 154.000 tenaga kerja globalnya.
Jika efisiensi di pabrik menyasar lini produksi, restrukturisasi di kantor pusat lebih difokuskan pada bagian administratif, riset dan pengembangan, serta perencanaan proyek. Langkah ini diambil di tengah tekanan finansial yang kian berat.
Baca Juga:Motif Batik Hiasi BMW Klasik di Pameran Otomotif Kelas DuniaPada paruh pertama 2026, laba sebelum pajak BMW merosot 29,4 persen secara tahunan. Marjin EBIT segmen otomotif pun terpuruk ke angka 3,6 persen, jauh di bawah target jangka panjang perusahaan di rentang 8 hingga 10 persen.
Penjualan Terjun Bebas
Secara global, volume pengiriman kendaraan BMW pada tiga kuartal pertama 2026 turun 4,9 persen menjadi 1,71 juta unit. Pasar yang selama ini menjadi penyumbang terbesar justru mencatat penurunan paling tajam.
Pengiriman BMW dan Mini di pasar tersebut anjlok 21,8 persen menjadi sekitar 376.000 unit. Kontribusinya terhadap penjualan global pun menyusut dari 32,3 persen pada 2023 menjadi 25,4 persen pada 2025.
Pabrik BBA di Shenyang sendiri merupakan basis manufaktur terbesar BMW di dunia. Fasilitas yang 75 persen sahamnya dikuasai BMW Group ini memproduksi model populer mulai dari Seri 3, Seri 5, X1, X3, X5, hingga lini kendaraan listrik seperti i5, i3, dan iX3 Neue Klasse.
Pemangkasan 1.800 pekerja ini menunjukkan betapa cepat persaingan industri otomotif berubah. Pabrikan lama yang dulu nyaris tak tergoyahkan kini harus beradu dengan merek-merek kendaraan listrik lokal yang menawarkan harga lebih murah, teknologi yang terus diperbarui, dan model yang dirancang khusus untuk selera konsumen setempat.
Dampaknya tidak berhenti di ruang rapat perusahaan. Ribuan pekerja yang kehilangan pekerjaan harus mencari nafkah baru, pemasok komponen ikut merasakan penurunan pesanan, dan kota-kota industri yang bergantung pada satu pabrik besar harus memikirkan ulang masa depannya. Pembeli BMW di China bisa merasakan langsung restrukturisasi ini lewat pilihan model yang berubah, layanan purna jual yang menyesuaikan, dan strategi harga yang lebih agresif demi merebut kembali pasar.
Langkah berikutnya yang patut diperhatikan adalah apakah efisiensi ini cukup mengembalikan profitabilitas, atau justru menjadi awal dari penyesuaian yang lebih besar. BMW perlu membuktikan bahwa pemangkasan ini dibarengi dengan produk yang benar-benar kompetitif, bukan sekadar menekan biaya di tengah pasar yang terus menyusut.
Sumber: CNN Indonesia
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Laba Kuartal III Merosot, Raksasa Otomotif Pangkas Ribuan Pekerja

Motif Batik Hiasi BMW Klasik di Pameran Otomotif Kelas Dunia

Lima Model Kini Kantongi Komponen Lokal 60 Persen, Baterai Jadi Fokus Berikutnya

Bukan Motor Biasa, Robot Berkaki Empat Ini Bisa Ditunggangi Seperti Kuda

45 Komunitas Otomotif Berkumpul, Mobil Lintas Generasi Tampil dalam Satu Panggung

Gaji Rp3 Juta Bisa Investasi? Ini 7 Pilihan yang Masuk Akal Setelah Gajian
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



