China Kecam Serangan Houthi ke Bandara dan Fasilitas Energi Arab Saudi
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
RIYADH - INTARTA.com - Pemerintah China menyampaikan kecaman terhadap serangan kelompok Houthi yang menyasar sejumlah bandara dan fasilitas energi di Arab Saudi. Beijing juga meminta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut menahan diri agar ketegangan tidak semakin meluas di kawasan.
Dilansir dari AFP, Selasa (13/10), serangkaian serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10) dan Minggu (11/10) dilaporkan menewaskan sedikitnya 14 orang. Kelompok bersenjata yang berbasis di Yaman dan mendapat dukungan Iran itu telah mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Baca Juga:Pengaduan Resmi Dilayangkan ke PBB atas Serangan Drone MematikanKecaman dari Beijing
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan keprihatinan Beijing atas meningkatnya konflik yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
"China mengecam serangan-serangan yang menyebabkan banyak korban jiwa dan menyampaikan kekhawatiran mendalam atas eskalasi konflik ini."
Baca Juga:Eisenkot Ditunjuk Bentuk Pemerintahan Baru, Netanyahu Tersingkir dari Kursi Perdana MenteriBeijing turut menyerukan penyelesaian perselisihan melalui jalur diplomasi untuk mencegah memburuknya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Kami menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan regional, menyelesaikan perbedaan dan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, dan mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan sesegera mungkin."
Koalisi Saudi: "Kejahatan Perang"
Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi mengecam keras serangan terhadap bandara di Riyadh. Koalisi tersebut menyebut insiden itu sebagai "serangan teroris pengecut yang dilakukan oleh milisi teroris Houthi".
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menegaskan bahwa penyerangan terhadap fasilitas sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum perang. Dia menyatakan serangan yang menyasar fasilitas sipil tersebut "merupakan kejahatan perang sepenuhnya" dan menegaskan Saudi "akan memberikan respons tegas terhadap serangan teroris ini".
Selain bandara di Riyadh, laporan koalisi pimpinan Saudi menyebut Bandara Internasional King Fahd di Dammam turut menjadi sasaran serangan pada Minggu (11/10) malam. Serangan Houthi juga dilaporkan menyasar fasilitas minyak serta kapal tanker milik Arab Saudi di Laut Merah, menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran strategis di kawasan.
Desakan China agar kedua pihak menahan diri muncul ketika serangan terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur penting berpotensi memperluas konflik. Beijing mendorong agar perselisihan diselesaikan melalui dialog dan negosiasi guna mencegah situasi keamanan regional semakin memburuk.
Sumber: Ntvnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Pengaduan Resmi Dilayangkan ke PBB atas Serangan Drone Mematikan

Eisenkot Ditunjuk Bentuk Pemerintahan Baru, Netanyahu Tersingkir dari Kursi Perdana Menteri

Kemenangan Pemilu Bersejarah Berujung Ujian Loyalitas

Shio Macan, Kuda, dan Anjing Diprediksi Lebih Bahagia Hari Ini

Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di Rumahnya

Ucapan Selamat yang Mengejutkan Setelah Kekalahan di Pemilu Sela
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



