Dari Kasta Keempat ke Panggung Eropa, Como 1907 Bikin Heboh Usai Libas Manchester United
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
COMO - INTARTA.com - Como 1907 sedang menjadi buah bibir di Eropa. Klub asal kota kecil di Italia utara itu membuat kejutan besar dengan mengalahkan Manchester United 4-1 pada laga fase liga Liga Champions, Rabu, 21 Oktober 2026.
Kemenangan di Stadion Giuseppe Sinigaglia itu terasa istimewa karena tujuh tahun lalu Como masih berkutat di kasta keempat sepak bola Italia. Kini mereka justru duduk di papan atas klasemen fase liga yang diikuti 36 tim.
Baca Juga:Lima Duel Panas Pekan Ini, Ada Rekor Sempurna yang DipertaruhkanBintang Muda Jadi Penentu
Hasil itu membuat Como menjadi satu-satunya wakil Italia yang sudah mengoleksi dua kemenangan dari tiga pertandingan di Liga Champions musim ini. Mereka menempati peringkat kesembilan, di atas sejumlah raksasa seperti Manchester City, Bayern Munich, dan Atletico Madrid.
Baca Juga:Misi Penyelamatan Setan Merah di Pekan KesepuluhSebaliknya, kekalahan ini memperpanjang masa sulit Manchester United yang kini sudah tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan, dengan tiga hasil imbang dan empat kekalahan di semua kompetisi.
Perjalanan Panjang dari Serie D
Perjalanan Como menuju panggung elite Eropa terasa luar biasa bila menengok kondisi klub beberapa tahun lalu. Berbasis di Kota Como yang hanya berpenduduk sekitar 80.000 jiwa, klub yang berdiri sejak 1907 itu sempat naik turun antara kasta pertama hingga ketiga, lalu mengalami dua kali kebangkrutan pada era 2000-an.
Titik balik datang pada 2019, ketika klub dibeli keluarga miliarder asal Indonesia, Djarum Group, dengan nilai sekitar 800.000 euro atau sekitar Rp16,21 miliar. Sejak itu Como bangkit selangkah demi selangkah hingga akhirnya menembus Liga Champions.
Sentuhan Cesc Fabregas
Sentuhan Cesc Fabregas sebagai pelatih menjadi kunci kebangkitan tersebut. Mantan gelandang timnas Spanyol itu membawa Como dari Serie B hingga ke panggung Liga Champions, dan kini timnya tidak sekadar numpang lewat, melainkan benar-benar bersaing.
Kisah Como menjadi pengingat bahwa klub kecil pun bisa menembus panggung terbesar, asalkan dibangun dengan sabar dan arah yang jelas.
Sumber: Tribunnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Lima Duel Panas Pekan Ini, Ada Rekor Sempurna yang Dipertaruhkan

Misi Penyelamatan Setan Merah di Pekan Kesepuluh

Bangkit dari Skorsing, Sang Gelandang Temukan Kembali Ketajamannya

Misi Bangkit demi Tiga Poin dan Persaingan di Papan Atas

Dua Kali Unggul, Liverpool Justru Tumbang Lewat Gol Menit Akhir

Gol Injury Time Valverde Selamatkan Madrid dari Hasil Imbang
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



