Kunjungan Perdana ke Turki, Carney Sepakat Dongkrak Dagang hingga 10 Miliar Dolar
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
ANKARA - INTARTA.com - Mark Carney tiba di Turki pada Kamis (22/10/2026) untuk kunjungan dua hari yang mencatat sejarah sebagai kunjungan bilateral pertama seorang perdana menteri Kanada ke negara anggota NATO tersebut. Di Ankara, Carney disambut Presiden Recep Tayyip Erdogan di istana kepresidenan.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin mengumumkan peningkatan hubungan kedua negara menjadi "kemitraan strategis" yang mencakup perdagangan, energi, pertahanan, dan hubungan antarwarga. Carney menyebut kemitraan baru ini akan menciptakan peluang baru bagi pekerja dan pelaku usaha kedua negara.
Baca Juga:Kejuaraan Hoki Es Dunia Terancam Batal, Tuan Rumah Upayakan Solusi Diplomasi"Kami telah menanam benih sesuatu yang baru: kemitraan strategis yang akan menciptakan peluang baru bagi pekerja dan bisnis kami, serta keamanan dan kemakmuran yang lebih besar bagi kedua bangsa. Dengan kepedulian dan komitmen, ia akan tumbuh untuk generasi-generasi mendatang," kata Carney dalam pernyataan bersama Erdogan.
Era Baru dan Target Dagang 10 Miliar Dolar
"Kami berharap meningkatkan volume perdagangan, yang saat ini sekitar 3 miliar dolar AS, menjadi 5 miliar dolar dan kemudian 10 miliar dolar. Kami akan kurang-lebih menggandakan penerbangan langsung antara kedua negara," ujar Erdogan.
Kedua negara yang sama-sama anggota aliansi NATO itu juga sepakat memperdalam kerja sama pertahanan selama kunjungan tersebut.
Diversifikasi Dagang dan Catatan HAM
Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi Carney mendiversifikasi hubungan dagang Kanada ke luar Amerika Serikat, yang selama ini menyerap hampir 70 persen ekspor Kanada. Sejak kembali menjabat pada 2025, Presiden AS Donald Trump melancarkan perang dagang dan mengenakan tarif terhadap banyak barang Kanada. Carney dijadwalkan bertemu para pemimpin bisnis Turki di Istanbul pada Jumat.
Di sisi lain, organisasi pemantau Amnesty International mengingatkan agar Ottawa tidak mengesampingkan isu hak asasi manusia. Ruhat Sena Aksenir, direktur Amnesty untuk Turki, menegaskan: Kanada tidak boleh memperlakukan HAM sebagai hal sekunder dalam perundingan.
"Kemitraan yang berkelanjutan bergantung pada akuntabilitas dan penghormatan terhadap supremasi hukum," ujar Aksenir.
Partai AKP yang dipimpin Erdogan telah berkuasa di Turki sejak 2002. Organisasi Freedom House mengategorikan Turki sebagai negara "tidak bebas", sementara Reporters Without Borders menempatkan Turki di peringkat 163 dari 180 dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kejuaraan Hoki Es Dunia Terancam Batal, Tuan Rumah Upayakan Solusi Diplomasi

Janji Dagang Besar Diuji Ambisi Kemitraan yang Belum Terpenuhi

Deportasi Turun Hampir Seperlima, Kepulangan Sukarela Justru Meningkat

Dua Pimpinan Angkatan Darat Bahas Penguatan Kerja Sama dan Latihan Bersama

Bertemu Kepala Negara, Gubernur Sampaikan Sederet Agenda Strategis Daerahnya

Memimpin Perundingan Iklim Dunia di Tengah Sorotan atas Ekspor Batu Bara dan Gas
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



