Ledakan Mengguncang Riyadh, Arab Saudi Klaim Rudal Houthi Berhasil Dicegat
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
RIYADH - INTARTA.com - Arab Saudi menyatakan pasukannya berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke arah ibu kota Riyadh, Selasa (20/10). Dua ledakan keras dilaporkan terdengar mengguncang kota itu tak lama setelah pertahanan sipil mengeluarkan peringatan bahaya.
Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, Turki Al-Malki, mengatakan rudal tersebut berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. “Kerajaan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan milisi teroris Houthi ke arah Riyadh,” ujarnya.
Baca Juga:Rudal Pemandu Presisi Bakal Perkuat Helikopter Serang, Kerja Sama Militer Makin DalamPeringatan Bahaya di Riyadh
Sebelum pencegatan itu, Platform Peringatan Dini Nasional di Kota Riyadh mengeluarkan peringatan potensi bahaya melalui pernyataan di akun X. Pertahanan sipil Arab Saudi kemudian mencabut peringatan tersebut beberapa menit kemudian dengan menyatakan “bahaya telah berlalu”.
Jurnalis AFP yang berada di ibu kota melaporkan dua ledakan mengguncang kota. Menjelang malam hari, Al-Malki juga melaporkan pencegatan sebuah pesawat nirawak (drone) di kawasan Riyadh.
Baca Juga:Eisenkot Ditunjuk Bentuk Pemerintahan Baru, Netanyahu Tersingkir dari Kursi Perdana MenteriEskalasi Terbesar dalam Sejarah
Serangan Houthi ke Arab Saudi kini disebut mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Eskalasi ini memaksa penundaan sebuah konferensi investasi besar, sebuah pukulan bagi ambisi Riyadh untuk menarik modal asing dan mendiversifikasi ekonominya.
Serangan mematikan kelompok yang didukung Iran itu juga memaksa bandara Riyadh ditutup. Angkatan udara Saudi secara rutin membalas dengan menyerang posisi kelompok tersebut di tengah perang antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh.
Pada Juli lalu, gencatan senjata rapuh tahun 2022 runtuh setelah Houthi mengizinkan sebuah pesawat Iran mendarat di Sanaa, menantang kendali Riyadh atas wilayah udara Yaman. Setelah itu Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, menyerang kapal, wilayah, dan fasilitas minyak, lalu merebut wilayah pesisir Laut Merah dalam serangan kilat pada September.
Sumber: CNA
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Rudal Pemandu Presisi Bakal Perkuat Helikopter Serang, Kerja Sama Militer Makin Dalam

Eisenkot Ditunjuk Bentuk Pemerintahan Baru, Netanyahu Tersingkir dari Kursi Perdana Menteri

Serangan Kecil yang Melumpuhkan Pertahanan dalam Hitungan Menit

Kemenangan Pemilu Bersejarah Berujung Ujian Loyalitas

Ucapan Selamat yang Mengejutkan Setelah Kekalahan di Pemilu Sela

Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



