Iklan
InternasionalBerita

Penembakan di Alun-Alun Pusat Kota Tewaskan Enam Orang

R

Oleh

Penembakan di Alun-Alun Pusat Kota Tewaskan Enam Orang
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

KRAKOW - INTARTA.com - Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara acak dari dalam mobil di alun-alun utama kota pada Sabtu sore, menewaskan enam orang dan melukai belasan lainnya dalam serangan yang disebut perdana menteri sebagai aksi terorisme.

Kepala Kepolisian Marek Boron mengatakan enam korban tewas terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki, termasuk tiga perempuan warga setempat dan satu warga negara Inggris, sementara dua korban lainnya belum teridentifikasi.

Baca Juga:Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku

Pelaku, pria berusia 25 tahun, menembak dengan senjata otomatis dari dalam mobil sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski menyebut pelaku terpengaruh ideologi sayap kanan dan berpandangan sangat radikal serta ultranasionalis. Pelaku dilaporkan mengenakan pakaian bergaya militer dan menggunakan senjata api panjang jenis militer.

Sebanyak 16 orang dirawat di rumah sakit, termasuk lima warga negara asing. Dua petugas polisi termasuk di antara yang terluka, salah satunya dalam kondisi serius setelah tertembak tiga kali dalam baku tembak dengan pelaku. Polisi bersenjata tiba di lokasi dalam waktu tiga menit setelah laporan pertama diterima.

Tiga Jenazah Ditemukan di Rumah Pelaku

Baca Juga:Lima Belas Tahun Setelah Teror Terungkap, Keluarga Korban Masih Menanti Keadilan

Perdana Menteri Donald Tusk mengatakan dua perempuan dan satu laki-laki ditemukan tewas di rumah pelaku, diduga anggota keluarganya. Penemuan itu dilakukan dengan bantuan rekaman drone dari atas rumah tersebut.

"Sampai saat ini di Polandia kami belum pernah mengalami kasus terorisme sedrastis ini," kata Tusk kepada wartawan, seraya menegaskan serangan terhadap nyawa orang-orang di alun-alun itu harus disebut sebagai terorisme. Ia menambahkan motif serangan akan dikaji secara saksama dalam penyelidikan dan memperingatkan bahaya disinformasi yang beredar di internet.

Tusk juga memuji respons cepat polisi yang menurutnya menyelamatkan banyak nyawa. Dua petugas yang dipuji atas tindakan heroiknya masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.

Masa Berkabung Nasional Dua Hari

Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari, Minggu dan Senin, sementara wali kota Lukasz Gibala menyatakan kota akan berkabung resmi hingga Rabu, tetapi tetap terbuka bagi pengunjung.

"Alun-alun ini akan menjadi milik kita lagi," kata Gibala dalam video yang diunggah di media sosial.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi wisatawan Indonesia yang bepergian ke Eropa agar selalu memperhatikan imbauan keamanan setempat, menghindari kerumunan besar bila ada peringatan, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas dan perwakilan Indonesia di luar negeri. Kejadian ini juga menunjukkan betapa cepatnya disinformasi menyebar setelah serangan, sehingga masyarakat perlu memeriksa kebenaran kabar dari sumber resmi sebelum membagikannya.

Sumber: The Guardian

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…