PWI Aceh Tenggara Soroti Oknum Mengaku Wartawan yang Diduga Memeras Kepala Sekolah
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
KUTACANE - INTARTA.com - Keberadaan oknum yang mengaku sebagai wartawan kian menjamur dan meresahkan publik di Kabupaten Aceh Tenggara. Modusnya terbilang rapi: berpakaian layaknya wartawan profesional, tetapi tidak memahami Kode Etik Jurnalistik maupun Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Seorang kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya mengaku menjadi sasaran oknum tersebut. Kepada Waspada.id, Senin (19/10/2026), ia bercerita bahwa oknum itu datang mencari-cari kesalahan tanpa data yang valid.
Baca Juga:Curiga Ikut Jadi Target, Sekjen Demokrat Desak Dalang Penyadapan Dibongkar“Jika tidak diberi uang, mereka mengancam akan menaikkan berita di halaman depan,” ujarnya lirih.
Coreng Citra Wartawan Profesional
“Perilaku ini sangat miris. Nama wartawan jadi cemoohan publik. Ini tidak bisa kita biarkan,” tegas Sumardi.
Menurutnya, publik harus bisa membedakan wartawan yang benar-benar menjalankan profesinya dengan oknum yang mengaku sebagai wartawan. “Tidak semua wartawan sama. Akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, semua wartawan ikut tercoreng,” katanya.
Desak Polisi Tindak Tegas
Sumardi mendesak kepolisian menindak tegas oknum yang mengatasnamakan wartawan karena telah meresahkan pejabat dan masyarakat. “Oknum seperti ini jangan diberi ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, pelaku usaha, hingga instansi pemerintah agar berani melapor jika merasa diperas atau diancam oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan.
Sumber: Indeks Waspada
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Curiga Ikut Jadi Target, Sekjen Demokrat Desak Dalang Penyadapan Dibongkar

Hasto Sebut Gibran Kehilangan Legitimasi Moral sebagai Pemimpin Nasional

Bungkam Saat Ditanya soal Kasus Penyadapan di Depan Wartawan

Bertemu Kepala Negara, Gubernur Sampaikan Sederet Agenda Strategis Daerahnya

Dugaan Penyadapan Berujung Tersangka, Aktivis Soroti Motif Politik di Baliknya

Aktivis Demokrasi Divonis 10 Tahun Lagi atas Tuduhan Kolusi Asing
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



