Iklan
PolitikBerita

Tertahan di Depan UOB, Massa Aksi Tetap Bertahan di Bundaran HI hingga Sore

Budi Santoso

Oleh

Tertahan di Depan UOB, Massa Aksi Tetap Bertahan di Bundaran HI hingga Sore
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Budi Santoso)

Reading Comfort

JAKARTA - INTARTA.com - Massa aksi dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil masih bertahan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu sore, 28 Oktober 2026. Mereka menyampaikan aspirasi sambil terus bergerak di sekitar bundaran, di tengah pengawalan aparat.

Sebelumnya, sebagian rombongan sempat tertahan di depan Gedung UOB di Jalan Jenderal Sudirman saat berusaha mendekat ke Bundaran HI. Aparat kepolisian dan TNI berjaga di lokasi, dan sebuah kendaraan taktis terlihat bergerak untuk memastikan jalannya aksi. Meski situasi sempat memanas, aksi diharapkan tetap berjalan kondusif.

Baca Juga:Gelombang Aksi Massa Akhir Pekan Kembali Memanas, Puluhan Ribu Aparat Disiagakan

Mahasiswa dan Masyarakat Sipil dari Berbagai Kampus

Massa yang hadir berasal dari sejumlah kelompok, antara lain gabungan badan eksekutif mahasiswa yang tergabung dalam Komite SADAR. Sejumlah universitas yang disebut dalam liputan itu antara lain Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung, ditambah kelompok masyarakat sipil lainnya.

Para peserta membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi secara bergantian. Sebagian massa juga terpantau bergeser ke kawasan Tugu Tani dan sekitar Istana Merdeka, sementara pengawalan aparat terus dilakukan.

Baca Juga:Desakan Usut Dugaan Maladministrasi Pajak Menggema Lewat Aksi Massa

Tuntutan: Bencana, Ekonomi, dan Anggaran Pro Rakyat

Salah satu tuntutan utama massa adalah penanganan bencana ekologis di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra. Mereka juga menyoroti rehabilitasi pasca bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dinilai lambat, sehingga muncul dorongan agar pemerintah mempertimbangkan penetapan status bencana nasional agar penanganan dan rehabilitasi bisa berjalan lebih cepat.

Di bidang ekonomi, massa menyoroti nilai tukar rupiah serta maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor. Mereka meminta pemerintah memberi kepastian agar roda ekonomi masyarakat bawah kembali berjalan normal.

Massa juga menuntut pemerataan anggaran. Program-program pemerintah diharapkan lebih fokus dan pro rakyat, terutama untuk pendidikan dan kesehatan, sementara program yang dinilai pemborosan diminta dievaluasi atau dihentikan dan dialihkan ke sektor tersebut.

Hingga laporan ini disusun, massa direncanakan terus menyampaikan aspirasi sampai pukul 17.30 WIB, dengan pengawalan yang masih berlangsung di sekitar Bundaran HI.

Sumber: YouTube - KOMPASTV

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…