Udara Singapura Mulai Membaik, Tiga Wilayah Keluar dari Zona Tidak Sehat
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
SINGAPURA - INTARTA.com - Kualitas udara di Singapura menunjukkan perbaikan pada Minggu, 25 Oktober 2026. Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam di tiga wilayah turun dari zona tidak sehat ke zona sedang hingga baik.
Wilayah selatan menjadi yang pertama keluar dari zona tidak sehat pada pukul 10.00 waktu setempat, saat bacaannya turun ke angka 100. Wilayah utara menyusul pada pukul 13.00 dengan bacaan 99. Pada pukul 15.00, kedua wilayah itu sudah berada di zona sedang.
Baca Juga:Misi Bangkit demi Tiga Poin dan Persaingan di Papan AtasWilayah tengah kemudian menyusul pada pukul 17.00, ketika bacaannya turun ke angka 100 dan ikut masuk zona sedang. Sementara itu, bacaan di wilayah barat dan timur memang terus menurun, tetapi masih bertahan di zona tidak sehat.
Bacaan PM2.5 Per Jam Sudah Normal
Kabar baik lainnya datang dari bacaan PM2.5 per jam. Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat bacaan tersebut sudah berada di zona normal di kelima wilayah.
Baca Juga:Tiga Letusan dalam Satu Malam, Warga Diminta Jauhi Zona BahayaSehari sebelumnya, NEA memperkirakan indeks PSI 24 jam untuk hari Minggu berada di rentang 80 hingga 130, yang mencakup zona baik hingga sedang dan zona tidak sehat.
Titik Api Masih Terdeteksi di Kalimantan
Dalam imbauan pada Minggu pagi, NEA menyebut sejumlah titik api tersebar terdeteksi di Kalimantan. Asap sedang hingga pekat juga terpantau berasal dari gugusan titik api di sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi Tengah, dan Papua bagian selatan.
Menurut NEA, kondisi titik api dan kabut asap bisa membaik di daerah yang diguyur hujan. Namun, di daerah yang mengalami cuaca kering berkepanjangan, kondisinya bisa tetap tinggi dengan risiko kabut asap lintas batas yang terus berlanjut.
Imbauan untuk Warga
Untuk hari Minggu, warga yang sehat diminta mengurangi aktivitas fisik berat atau berkepanjangan di luar ruangan. Lansia, ibu hamil, dan anak-anak diminta meminimalkan aktivitas semacam itu, sedangkan penderita penyakit jantung atau paru kronis diminta menghindarinya.
Sumber: CNA
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Misi Bangkit demi Tiga Poin dan Persaingan di Papan Atas

Tiga Letusan dalam Satu Malam, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Misi Penyelamatan Setan Merah di Pekan Kesepuluh

Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang

Indeks Saham Berbalik Menguat Setelah Sempat Tertekan di Awal Sesi

Gelombang Kemenangan Oposisi Mengubah Peta Kekuasaan dan Membuat Jalan Pemerintahan Makin Terjal
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



