Iklan
EkonomiBerita

Wamenkop Akui Sejumlah Gedung Koperasi Merah Putih Tak Strategis, Segera Dievaluasi

Rina Marlina

Oleh

Wamenkop Akui Sejumlah Gedung Koperasi Merah Putih Tak Strategis, Segera Dievaluasi
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Rina Marlina)

Reading Comfort

JAKARTA - INTARTA.com - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah buka suara soal sorotan publik terhadap penempatan bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tidak tepat lokasi. Ia mengakui memang ada sejumlah titik bangunan yang tidak sesuai, dan kini tengah dievaluasi.

“Satu yang pasti, kalau terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih muncul di beberapa titik spot bangunan yang tidak sesuai, memang kita temukan,” ujar Farida menjawab pertanyaan wartawan, seperti ditayangkan kanal YouTube KompasTV.

Baca Juga:Lima Jam Dicecar Penyidik, Menteri ATR/BPN Ditanya Aliran Uang Miliaran dan Setoran Jabatan

Bangunan di Daerah Terpencil hingga Pegunungan

Menurut Farida, temuan tersebut juga datang dari masyarakat. Ada beberapa titik yang dinilai warga terlalu terpencil dan tidak strategis untuk menjalankan kegiatan usaha.

Ia mencontohkan ada kepala desa yang menyatakan bangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya sengaja ditempatkan di daerah pegunungan. Alasannya, koperasi ingin dijadikan off-taker atau penampung sayur-mayur dan hasil pertanian yang ada di kawasan tersebut.

Baca Juga:Tujuh Usaha Desa yang Sering Dipandang Sebelah Mata, Padahal Bisa Mengubah Nasib

Penentuan Lokasi Sesuai Regulasi

Farida menegaskan penentuan titik bangunan koperasi bukan keputusan sepihak pemerintah pusat. Secara regulasi, lokasi ditentukan melalui komunikasi antara pengurus Koperasi Desa Merah Putih, kepala desa, dan Agrinas selaku pihak yang melaksanakan pembangunan.

“Itu regulasi dan itu sudah dilakukan,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan temuan bangunan yang berada di luar standar strategis dan jauh dari permukiman tetap menjadi catatan pemerintah.

“Kalau pun ada beberapa yang kemudian di luar standar strategis dan kemudian jauh dari pemukiman, kita temukan dan memang kita evaluasi.”

Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Hingga Oktober 2026, puluhan ribu unit bangunan koperasi telah selesai dibangun di berbagai daerah, dan sebagian sudah memasuki tahap operasional.

Sumber: YouTube - KOMPASTV

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…