10 Mobil Bekas dengan Pajak Murah dan Sparepart Melimpah yang Layak Dibeli
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Membeli mobil bekas sering dianggap cara tercepat memiliki kendaraan pribadi tanpa dana besar. Namun harga beli bukan satu-satunya biaya: setelah kendaraan berpindah tangan, masih ada pajak tahunan, servis berkala, hingga penggantian suku cadang.
Tidak sedikit pembeli yang tergiur harga murah, lalu menghadapi biaya perawatan tinggi karena sparepart sulit ditemukan atau pajak ternyata cukup besar. Karena itu, memilih mobil bekas dengan pajak terjangkau dan suku cadang melimpah adalah langkah yang lebih bijak.
Baca Juga:BMW Pangkas 1.800 Pekerja setelah Penjualan Terjun BebasBiaya Kepemilikan Lebih Penting daripada Harga Beli
Sebagian besar calon pembeli fokus pada harga transaksi awal, padahal biaya selama masa penggunaan sering jauh lebih besar dibanding selisih harga pembelian. Biaya kepemilikan mencakup pajak tahunan, servis berkala, penggantian komponen aus, konsumsi bahan bakar, dan asuransi bila diperlukan. Mobil yang murah saat dibeli belum tentu paling hemat dalam jangka panjang.
Besarnya pajak dipengaruhi nilai jual kendaraan, kapasitas mesin, dan kebijakan daerah setempat, sehingga mobil bermesin kecil hingga menengah umumnya lebih ringan bebannya. Populasi yang besar membuat harga sparepart lebih kompetitif, pilihan komponen aftermarket lebih banyak, bengkel lebih memahami karakter kendaraan, dan waktu perbaikan lebih cepat. Konsumsi bahan bakar pun menjadi komponen pengeluaran terbesar bagi sebagian pemilik.
Baca Juga:Lima Model Kini Kantongi Komponen Lokal 60 Persen, Baterai Jadi Fokus Berikutnya10 Mobil Bekas dengan Pajak Murah dan Sparepart Melimpah
Yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang
Bila tujuannya menekan biaya, pikir ulang sebelum membeli mobil premium berusia tua, mobil Eropa berusia lebih dari 10 tahun, kendaraan bermesin besar, model yang populasinya sangat terbatas, serta mobil bekas banjir atau bekas kecelakaan berat. Harga beli murah tidak selalu berarti biaya kepemilikannya rendah.
Sebelum memutuskan, periksa dokumen (STNK, BPKB, nomor rangka, dan nomor mesin), cek riwayat servis, dengarkan kondisi mesin, periksa kaki-kaki, dan lakukan test drive. Hitung pula seluruh biaya tahunan: pajak, servis berkala, oli dan filter, ban dan aki, bahan bakar, dan asuransi bila diperlukan.
Dominasi pabrikan Jepang dalam daftar ini bukan kebetulan: mesin awet, sparepart mudah ditemukan, jaringan bengkel luas, konsumsi BBM relatif efisien, dan nilai jual kembali cukup stabil membuat biaya kepemilikan jauh lebih mudah dikendalikan.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

BMW Pangkas 1.800 Pekerja setelah Penjualan Terjun Bebas

Lima Model Kini Kantongi Komponen Lokal 60 Persen, Baterai Jadi Fokus Berikutnya

45 Komunitas Otomotif Berkumpul, Mobil Lintas Generasi Tampil dalam Satu Panggung

Motif Batik Hiasi BMW Klasik di Pameran Otomotif Kelas Dunia

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Laba Kuartal III Merosot, Raksasa Otomotif Pangkas Ribuan Pekerja
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



