Iklan
NasionalArtikel

Bisnis Siaran Dewasa Ilegal Terbongkar, Pengelola Raup Ratusan Juta

Redaksi

Oleh

Bisnis Siaran Dewasa Ilegal Terbongkar, Pengelola Raup Ratusan Juta
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi)

Reading Comfort

INTARTA.com - Aparat kepolisian membongkar bisnis siaran langsung dewasa ilegal yang beroperasi melalui sebuah situs web sejak Oktober 2025. Dalam pengungkapan itu, polisi menangkap dua tersangka berinisial AE dan BU yang diduga menjalankan bisnis tersebut dengan peran berbeda.

Bisnis itu diduga merekrut lebih dari 10 perempuan sebagai pemeran dalam siaran langsung tanpa busana. Setelah penonton membayar ke rekening yang disediakan, pemeran kemudian melakukan adegan tanpa busana secara langsung.

Baca Juga:Iming-Iming Bonus Rp620 Juta, 58 Korban Dijerat Modus Tentara Bayaran

Modus Promosi Lewat Media Sosial

Kombes Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, menjelaskan peran masing-masing tersangka. AE bertugas mempromosikan situs melalui akun media sosial TikTok miliknya sekaligus menjadi pemeran dalam siaran langsung. Sementara itu, BU berperan sebagai penyedia sekaligus pengelola platform yang digunakan untuk layanan tersebut.

Modus yang digunakan adalah menawarkan tontonan perempuan tanpa busana melalui situs vidiox.asia. Penonton diarahkan melakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum dapat menyaksikan siaran langsung itu.

Baca Juga:Beras Bergizi Palsu Terbongkar, Pemerintah Siapkan Penarikan dari Pasar

Dampak dan Langkah Berikutnya

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tawaran penghasilan cepat lewat siaran langsung bisa menyeret perempuan ke dalam eksploitasi. Korban maupun perempuan yang direkrut dalam jaringan semacam ini berisiko mengalami tekanan, stigma, dan jejak digital yang sulit dihapus, sementara pengelola meraup keuntungan besar dari praktik ilegal tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan nyata bagi para pencari kerja daring: tawaran pekerjaan yang meminta penampilan tanpa busana atau aktivitas seksual patut diwaspadai, sekecil apa pun imbalannya. Laporan dari masyarakat juga membantu aparat menelusuri jaringan yang kerap berpindah platform dan rekening. Proses hukum terhadap kedua tersangka kini menjadi langkah berikutnya untuk mengungkap kemungkinan pihak lain yang terlibat dan mencegah praktik serupa terulang.

Sumber: JPNN

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…