Dua Tahun Prabowo-Gibran, Golkar Tegaskan Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Partai Golkar menegaskan pemerintah telah mendengarkan aspirasi rakyat. Penegasan itu disampaikan dalam sebuah diskusi yang ditayangkan KompasTV.
"Tidak ada pemerintahan yang sempurna," ujar politikus Golkar tersebut, merujuk pada berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahan saat ini. Salah satunya adalah residu dari program-program yang disorot lembaga survei SMRC, yang membuat persepsi dan sentimen publik terkesan negatif.
Baca Juga:Desakan Mundur Sukarela Menguat, Kubu Gibran Bertahan dengan Aturan KPUTata Kelola Diperbaiki, Penyimpangan Ditindak
Menurut Golkar, tata kelola program-program pemerintah tersebut telah diperbaiki. Pihak-pihak yang terlibat dalam penyimpangan pelaksanaan program juga telah ditindak secara hukum oleh penegak hukum.
"Bagi kami di Partai Golkar, yang penting pada saat ini adalah pemerintah mendengar apa yang kemudian disampaikan oleh rakyat," ujarnya.
Ia menegaskan Partai Golkar berkomitmen, konsisten, dan loyal terhadap apa yang akan dilaksanakan Presiden ke depan.
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Pasangan Prabowo-Gibran dilantik pada Oktober 2024 dan kini memasuki tahun kedua masa pemerintahannya. Evaluasi dua tahun ini menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk partai-partai koalisi pendukung pemerintah.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Desakan Mundur Sukarela Menguat, Kubu Gibran Bertahan dengan Aturan KPU

Pimpinan Partai Didorong Segera Bertemu Bahas Putusan soal Ijazah Wapres

Telepon Mendadak di Tengah Acara Pelantikan, Bahlil Bantah Terlibat Isu Penyadapan

Partai Buruh Siap Pasang Badan Kawal Pemerintahan hingga 2029

Hasto Sebut Gibran Kehilangan Legitimasi Moral sebagai Pemimpin Nasional

KPU Tegaskan Sudah Bekerja Sesuai Aturan Usai Putusan Pembatalan Suket Wapres
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



