Mobil Listrik atau Bensin, Mana yang Lebih Untung dalam Jangka Panjang?
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Mobil listrik makin sering terlihat di jalan. Pilihan model bertambah, kesadaran soal efisiensi energi meningkat, dan kendaraan listrik mulai jadi alternatif nyata bagi pemakai mobil bensin atau diesel. Tapi satu pertanyaan terus muncul di benak calon pembeli: apakah mobil listrik benar-benar lebih hemat?
Jangan Hanya Membandingkan Biaya Energi
Banyak orang langsung membandingkan tarif pengisian baterai dengan harga bahan bakar. Padahal cara yang lebih adil adalah menghitung total biaya kepemilikan, atau Total Cost of Ownership, yang mencakup seluruh pengeluaran selama kendaraan dipakai: harga beli, biaya energi, servis dan perawatan, pajak, potensi penggantian komponen utama, serta nilai jual kembali. Dengan cara ini, gambaran biayanya menjadi jauh lebih objektif.
Biaya Energi: Keunggulan Terbesar Mobil Listrik
Alasan terbesar orang melirik mobil listrik adalah biaya harian yang rendah. Mobil listrik umumnya butuh sekitar 12 hingga 18 kWh untuk menempuh 100 kilometer. Bila diisi di rumah dengan tarif listrik rumah tangga, biayanya bisa sekitar Rp30.000 per 100 kilometer, sementara mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 10 liter per 100 kilometer bisa menghabiskan sekitar Rp120.000, tergantung harga bahan bakar. Pengisian di stasiun cepat berbayar memang menaikkan biaya, meski dalam banyak kasus tetap lebih murah daripada bensin.
Baca Juga:Laba Kuartal III Merosot, Raksasa Otomotif Pangkas Ribuan PekerjaPerawatan Lebih Sederhana, Komponen Lebih Sedikit
Mobil listrik tidak memakai oli mesin, filter oli, busi, timing belt, knalpot, kopling manual, maupun alternator. Komponen bergerak yang lebih sedikit berarti potensi keausan lebih rendah. Perawatan rutin umumnya hanya berfokus pada sistem kelistrikan, kondisi baterai, rem, ban, dan filter kabin. Berbagai studi industri menunjukkan biaya servis kendaraan listrik sering kali lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.
Baterai Tetap Jadi Pertimbangan Utama
Harga baterai memang relatif mahal karena ia adalah komponen utama kendaraan. Namun produsen kini umumnya memberi garansi baterai hingga delapan tahun, dan teknologi modern membuat kapasitasnya menurun bertahap, bukan rusak mendadak. Dalam pemakaian normal, banyak baterai masih mempertahankan sebagian besar kapasitasnya setelah bertahun-tahun. Biaya penggantian tetap perlu diperhitungkan untuk jangka sangat panjang, tetapi bukan beban yang langsung muncul di masa kepemilikan awal.
Harga Beli dan Infrastruktur Ikut Menentukan
Kendala terbesar adopsi mobil listrik masih harga beli yang umumnya lebih tinggi dibanding mobil bensin sekelas, dipengaruhi biaya produksi baterai dan skala produksi yang masih berkembang. Penghematan operasional baru terasa setelah kendaraan dipakai beberapa tahun. Akses pengisian daya juga menentukan: pemilik yang bisa mengisi di rumah mendapat keuntungan terbesar, sementara yang bergantung pada stasiun cepat umum menghadapi biaya lebih tinggi dan kenyamanan yang berkurang, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Siapa yang Paling Diuntungkan?
Mobil listrik cenderung paling menguntungkan bagi pengguna harian di perkotaan, pemilik rumah yang bisa memasang charger, pengemudi dengan jarak tempuh rutin cukup tinggi, dan konsumen yang ingin menekan biaya servis berkala. Manfaatnya bisa berkurang bagi yang sering menempuh perjalanan antarkota jarak jauh atau tinggal di daerah dengan infrastruktur pengisian masih terbatas. Di luar angka, ada nilai tambah yang sulit dihitung: suara lebih senyap, getaran minim, dan respons akselerasi instan.
Kesimpulannya, mobil listrik pada umumnya memang menawarkan potensi penghematan lebih besar dibanding mobil bensin. Namun keunggulan itu tidak berlaku mutlak. Pola pemakaian, akses pengisian daya, jarak tempuh harian, dan lama kepemilikan sangat menentukan. Sebelum memutuskan, hitung total biaya kepemilikan secara menyeluruh, jangan hanya membandingkan harga di showroom.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Lima Model Kini Kantongi Komponen Lokal 60 Persen, Baterai Jadi Fokus Berikutnya

Laba Kuartal III Merosot, Raksasa Otomotif Pangkas Ribuan Pekerja

45 Komunitas Otomotif Berkumpul, Mobil Lintas Generasi Tampil dalam Satu Panggung

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

BMW Pangkas 1.800 Pekerja setelah Penjualan Terjun Bebas

Motif Batik Hiasi BMW Klasik di Pameran Otomotif Kelas Dunia
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



