Nyeri Lutut dan Punggung Bukan Sekadar Tanda Penuaan, Ini Pilihan Terapi Regenerasinya
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Nyeri di lutut, pinggang, hingga punggung kerap dianggap sekadar akibat bertambahnya usia. Padahal bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, gangguan tulang dan sendi ini bisa menurunkan kualitas hidup dan membatasi aktivitas bersama keluarga.
Osteoporosis Sering Tak Disadari
Salah satu pemicu utama nyeri pada usia dewasa adalah osteoporosis, kondisi menurunnya kepadatan tulang sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Gejalanya sering sulit dikenali sejak awal karena rasa sakitnya tidak terpusat di satu titik.
Pencegahan sejak dini sangat dianjurkan. Pola makan sehat yang kaya kalsium dan vitamin D, olahraga rutin, serta menjaga berat badan ideal tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga kekuatan tulang.
Baca Juga:Sudah Menabung tapi Saldo Tak Kunjung Bertambah? Ini Lima Kesalahan yang Sering Tak DisadariTerapi Sel Punca dan Cara Kerjanya
Seiring perkembangan teknologi medis, kini tersedia pilihan terapi regeneratif berbasis sel punca atau stem cell untuk membantu memulihkan jaringan tubuh yang rusak. Di bidang ortopedi, terapi ini dirancang merangsang perbaikan alami pada tulang rawan, tendon, ligamen, hingga struktur tulang itu sendiri.
Dalam acara peluncuran layanan stem cell di Brawijaya Hospital, dr. Auliya memaparkan bahwa pendekatan modern ini diharapkan berjalan beriringan dengan terapi konvensional yang sudah ada. Penanganannya bersifat sinergis: terapi dari luar diberikan sesuai kebutuhan spesifik pasien, sementara stimulasi dari dalam tubuh dipicu melalui regenerasi sel guna mempercepat pemulihan jaringan yang rusak.
Bukan Jalan Pintas Instan
Meski menawarkan potensi pemulihan yang menjanjikan, terapi stem cell bukanlah jalan pintas yang instan. Setiap pasien wajib menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kelayakan kondisi fisiknya sebelum menjalani prosedur.
Keberhasilan terapi regeneratif ini sangat bergantung pada diagnosis yang akurat dan penyesuaian dengan kondisi medis masing-masing individu. Konsultasi mendalam dengan dokter spesialis tetap menjadi langkah wajib yang harus ditempuh.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan tulang dan sendi bukan sekadar soal bebas dari rasa sakit, melainkan upaya agar orang tua tetap dapat mendampingi tumbuh kembang anak secara aktif tanpa terhalang keterbatasan gerak.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Tujuh Langkah Kerja Cerdas agar Usaha Tak Lagi Terasa Sia-sia

Sudah Menabung tapi Saldo Tak Kunjung Bertambah? Ini Lima Kesalahan yang Sering Tak Disadari

Gaji Rp3 Juta Bisa Investasi? Ini 7 Pilihan yang Masuk Akal Setelah Gajian

Tabungan Darurat Dulu, Investasi Kemudian: Fondasi Keuangan yang Sering Dilompati

Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Penyebab yang Jarang Disadari

Setelah Dua Dekade Menjaga Perdamaian, Ribuan Pasukan Mulai Ditarik Pulang
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



