Puluhan Ribu Mahasiswa dan Pekerja Italia Turun ke Jalan Tuntut Biaya Hidup Lebih Ringan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Puluhan ribu mahasiswa dan pekerja turun ke jalan di berbagai kota Italia pada Jumat, 30 Oktober 2026. Mereka menuntut tambahan dana pendidikan dan keringanan biaya hidup yang dinilai semakin memberatkan warga.
Aksi ini digelar setelah berminggu-minggu mahasiswa mendirikan tenda protes dan menduduki sekolah. Gerakan itu kemudian bergabung dengan mogok umum yang mengajak para pekerja ikut berunjuk rasa.
Baca Juga:Gelombang Aksi Massa Akhir Pekan Kembali Memanas, Puluhan Ribu Aparat DisiagakanDemonstrasi berlangsung di puluhan kota, antara lain Roma, Milan, Turin, Bologna, Genoa, dan Naples. Aparat dikerahkan dalam jumlah besar setelah aksi serupa sebelumnya berakhir ricuh.
Protes terhadap Upah Rendah dan Kenaikan Harga
Para pengunjuk rasa mengkritik pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Giorgia Meloni. Mereka menyoroti upah yang rendah, harga bahan bakar yang naik, dan anggaran militer, sementara dana untuk sekolah dan universitas dinilai masih kurang.
Baca Juga:Tujuh Bulan Tanpa Kejelasan, Aktivis Geruduk Mapolres Tuntut Usut Korupsi BappedaDi Roma, mahasiswi universitas Beatrice Chilelli (21) mengatakan para mahasiswa sudah berada di titik batas. Menurut dia, banyak mahasiswa tidak sanggup membayar biaya kuliah yang tinggi dan sewa tempat tinggal yang membebani orang tua mereka.
"Mereka tidak mampu membayar biaya kuliah yang selangit, dan sewa tempat tinggal yang sangat membebani orang tua mereka," kata Beatrice Chilelli.
Ribuan orang berbaris dari Stasiun Termini di Roma melewati Colosseum, ditemani dua traktor dan sebuah taksi. Salah satu kelompok meneriakkan tuntutan yang intinya meminta lebih banyak rumah, bukan persenjataan.
Sempat Terjadi Gesekan, Situasi Terkendali hingga Siang
Gesekan kecil sempat terjadi antara pengunjuk rasa dan polisi antihuru-hara di Turin pada awal pawai. Namun hingga tengah hari, belum ada laporan bentrokan besar.
Di Milan, rombongan diarahkan menjauhi pusat kota, tempat perusuh dua pekan sebelumnya menjarah toko, merusak properti, dan bentrok dengan polisi setelah aksi soal biaya hidup. Pengamanan juga diperketat di sekitar sejumlah landmark, termasuk Colosseum di Roma dan katedral di Milan.
Gerakan mahasiswa di Italia ini mendapat dorongan dari gerakan serupa di Prancis dan Spanyol. Guru, pensiunan, dan pekerja dari berbagai bidang turut bergabung dalam aksi Jumat itu.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Gelombang Aksi Massa Akhir Pekan Kembali Memanas, Puluhan Ribu Aparat Disiagakan

Tujuh Bulan Tanpa Kejelasan, Aktivis Geruduk Mapolres Tuntut Usut Korupsi Bappeda

Gaji Rp3 Juta Bisa Investasi? Ini 7 Pilihan yang Masuk Akal Setelah Gajian

Jokowi Tegaskan Tak Ada Mahasiswa Lain Bernama Sama di Fakultas Kehutanan

Utang Membengkak, Biaya Pinjaman Melonjak ke Level Tertinggi Sejak Krisis

Aktivis Demokrasi Divonis Tambahan Sepuluh Tahun Penjara
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



