Iklan
PolitikBerita

Bakom RI: Pemerintah Hargai Hasil Survei, Fokus Berbenah di Dua Tahun Kepemimpinan

Budi Santoso

Oleh

Bakom RI: Pemerintah Hargai Hasil Survei, Fokus Berbenah di Dua Tahun Kepemimpinan
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Budi Santoso)

Reading Comfort

JAKARTA - INTARTA.com - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menegaskan bahwa pemerintah menghargai hasil survei dari berbagai lembaga dan tidak ingin memperdebatkan metodologi masing-masing lembaga tersebut.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi ramainya aksi demonstrasi yang bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (20/10/2026). Salah satu aksi yang menjadi sorotan adalah aksi teatrikal dari organisasi masyarakat sipil yang dalam posternya mempertanyakan kinerja pemerintah.

Baca Juga:Partai Buruh Siap Pasang Badan Kawal Pemerintahan hingga 2029
“Posisi pemerintah tentu tidak ingin memperdebatkan metodologi setiap lembaga survei. Kami tentu menghargai angka-angka yang disampaikan oleh lembaga survei tersebut,” ujar perwakilan Bakom RI.

Menurut Bakom RI, yang terpenting bagi pemerintah saat ini adalah menanggapi pertanyaan dan aspirasi masyarakat. Dalam dua tahun kepemimpinan sejak 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2026, pemerintah mengakui masih jauh dari kata sempurna.

“Pemerintah tentu belum sempurna. Namun niat untuk berbenah selalu ada, dan atas nama transparansi dan akuntabilitas ada sejumlah capaian,” katanya.
Baca Juga:Motif Penyadapan Masih Misteri, Pemerintah Menunggu Hasil Penyidikan Polisi

Survei Warnai Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan

Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo, sejumlah lembaga merilis evaluasi kinerja. Di antaranya CELIOS bersama Kabinet Bayangan yang merilis Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran pada 11 Oktober 2026. Hasil-hasil tersebut turut memicu perbincangan publik mengenai capaian dan kekurangan pemerintah.

Bakom RI menegaskan pemerintah akan terus menyampaikan capaian kerjanya kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, sekaligus terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat.

Sumber: YouTube - KOMPASTV

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…