Dua Kali Mangkir Panggilan KPK, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara para tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Pemanggilan pertama dijadwalkan pada Rabu (7/10/2026), dengan alasan ketidakhadiran adanya agenda internal di kementerian yang dipimpinnya. Penjadwalan ulang kemudian ditetapkan pada Kamis (15/10/2026), tetapi Nusron kembali tidak hadir — kali ini dengan alasan perjalanan dinas ke Malaysia.
Baca Juga:Lima Jam Dicecar Penyidik, Menteri ATR/BPN Ditanya Aliran Uang Miliaran dan Setoran JabatanKPK Pertimbangkan Jemput Paksa
“Setelah kita tunggu, yang bersangkutan tidak hadir dalam penjadwalan pemeriksaan. Kami juga belum mendapatkan konfirmasi alasan ketidakhadiran tersebut,” ujar Budi.
Baca Juga:Tiga Kabar Artis Paling Heboh: Klarifikasi Amanda, Pemeriksaan Musisi, dan Malam Penghargaan MusikSecara hukum acara, saksi yang dua kali tidak hadir tanpa alasan patut dan wajar memang dapat dijemput paksa penyidik melalui surat perintah membawa.
Desakan MAKI
“KPK sebenarnya bisa langsung menerbitkan surat perintah membawa, karena sudah dua kali mangkir,” kata Boyamin. Ia juga mempertanyakan perjalanan dinas Nusron ke Malaysia: “Karena kalau memang dinas, ya berarti harus ada izin presiden. Nah, kalau mendadak itu apakah ada izin, saya ragu.”
Boyamin bahkan meminta KPK menyanggong kepulangan Nusron di bandara pada Senin (19/10/2026) malam atau Selasa (20/10/2026) pagi, mengingat dinas luar negeri tersebut dikabarkan berakhir hari itu.
Jejak Perjalanan ke Malaysia
Menurut penelusuran tim program PARASOT KompasTV, Nusron terbang dari Jakarta ke Batam, menyeberang dengan kapal feri ke Singapura, lalu melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru, Malaysia, dengan menggunakan kendaraan dinas konsulat. Ia disebut sempat kembali ke Singapura dan belum diketahui pasti apakah sudah kembali ke Indonesia.
Narasumber dalam program itu mempertanyakan urusan dinas apa yang dikerjakan Nusron di Malaysia, mengingat penanganan kebakaran hutan — isu yang tengah ramai — bukan merupakan tugasnya. “Jadi ini tampaknya hanya sebagai upaya menghindari panggilan dari KPK,” ujar salah satu narasumber.
Posisi Kementerian ATR/BPN
Di sisi lain, perwakilan Kementerian ATR/BPN menyatakan pihaknya menghormati tindakan hukum yang dilakukan KPK serta akan bersikap kooperatif dan mendukung seluruh proses penegakan hukum yang berjalan.
“Karena proses ini masih berjalan dan belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum, tentunya tidak etis dan tidak elok jika kemudian Kementerian ATR/BPN menyampaikan sesuatu hal kaitannya dengan substansi perkara,” kata perwakilan kementerian itu.
Konteks Kasus
Untuk diketahui, KPK telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan HGB lahan milik PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor dan penerimaan lainnya. Keterangan Nusron dibutuhkan untuk memperjelas dugaan keterkaitan antara perbuatan para tersangka dengan dirinya sebagai pimpinan kementerian.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Lima Jam Dicecar Penyidik, Menteri ATR/BPN Ditanya Aliran Uang Miliaran dan Setoran Jabatan

Tiga Kabar Artis Paling Heboh: Klarifikasi Amanda, Pemeriksaan Musisi, dan Malam Penghargaan Musik

Dua Mantan Pejabat KPK Kini Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Menteri HAM Sebut Dugaan Penyadapan Kepala Negara sebagai Pengkhianatan

Bareskrim Periksa Bonatua Silalahi soal Suket Pendidikan Gibran, Bawa Dua Buku Penelitian

Refly Harun Soroti Jokowi Tunjukkan Ijazah Tanpa Izin Hakim
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



