Dukung KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU, Gus Ipul: Tak Terbukti, Kami Seret ke Pengadilan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Menteri Sosial sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan dukungannya agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan politik uang dalam penyelenggaraan Muktamar NU.
Gus Ipul mengaku mencermati laporan sejumlah pengurus cabang NU ke KPK terkait dugaan tersebut, termasuk adanya pengembalian uang yang ditengarai berasal dari hasil korupsi.
Baca Juga:Lima Jam Dicecar Penyidik, Menteri ATR/BPN Ditanya Aliran Uang Miliaran dan Setoran Jabatan"Saya mencermati ya, laporan-laporan dari beberapa ketua cabang, beberapa pengurus cabang ke KPK, terkait dengan isu Muktamar, yang mana di sana ada laporan dari pengurus cabang ke KPK," kata Gus Ipul kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
"Bahkan ada yang mengembalikan uang yang ditengarai dari hasil korupsi," tambahnya.
"Saya ingin menegaskan bahwa kita mendukung penegakan hukum oleh KPK, kita mendukung KPK mengusut tuntas, ya, sebagaimana yang diisukan dan dilaporkan," kata Gus Ipul.
Baca Juga:Tiga Kabar Artis Paling Heboh: Klarifikasi Amanda, Pemeriksaan Musisi, dan Malam Penghargaan MusikAncam Seret Pelapor ke Pengadilan
Namun di sisi lain, Gus Ipul memberi peringatan keras: jika laporan tersebut terbukti tidak benar, ia akan menempuh jalur hukum terhadap para pengurus cabang yang melapor.
"Namun demikian, jika nanti tidak terbukti, ya, apa yang dilaporkan itu, kami akan menyeret pengurus cabang Nahdlatul Ulama yang melaporkan ke KPK itu, akan menyeret ke pengadilan," pungkasnya.
Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menyambangi Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (7/10/2026). Sementara itu, PCNU Nias menyerahkan uang sebesar Rp250 juta ke KPK yang diduga berkaitan dengan Muktamar NU.
Sumber: SINDOnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Lima Jam Dicecar Penyidik, Menteri ATR/BPN Ditanya Aliran Uang Miliaran dan Setoran Jabatan

Tiga Kabar Artis Paling Heboh: Klarifikasi Amanda, Pemeriksaan Musisi, dan Malam Penghargaan Musik

Dua Mantan Pejabat KPK Kini Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Mantan Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Nikel

Desakan Bongkar Tuntas Dugaan Penyadapan Pejabat Negara

Hasto Sebut Gibran Kehilangan Legitimasi Moral sebagai Pemimpin Nasional
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



