Google Dinilai Mengintip: Pasang Foto Properti Harus Izin Pemilik
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JERMAN - INTARTA.com - Pengadilan negara bagian Hesse, Jerman, memenangkan gugatan seorang warga Frankfurt terhadap raksasa teknologi Google. Hakim menilai Google melanggar privasi sang penggugat dengan mempublikasikan foto udara rumah dan propertinya di Google Earth dan Google Maps.
Penggugat sebelumnya juga menuntut agar foto rumahnya dihapus dari Google Street View dan Apple Look Around — dan tuntutan itu telah berhasil.
Baca Juga:Pengadilan Larang Raksasa Medsos Pakai Konten Pers untuk Latih AI, Denda Miliaran per HariHak Privasi Dilanggar
Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan: "Tidak seorang pun harus menerima publikasi foto udara propertinya ke seluruh dunia tanpa persetujuannya, setidaknya untuk area properti yang tersembunyi dari pandangan publik."
Pengadilan menegaskan bahwa ruang pribadi penggugat mencakup seluruh bidang tanah rumahnya. "Satu-satunya data yang bisa disadap dari foto-foto itu bersifat pribadi, memberi petunjuk tentang gaya hidup, seperti ukuran dan desain properti. Lebih jauh, foto itu juga memperlihatkan titik-titik lemah di perimeter keamanan properti," bunyi putusan tersebut.
Baca Juga:Kejuaraan Hoki Es Dunia Terancam Batal, Tuan Rumah Upayakan Solusi DiplomasiGoogle Dituding Mengintip
Yang paling tajam, pengadilan menuduh Google mendapatkan foto-foto itu dengan cara "mengintip" karena tidak memberi tahu para pemilik properti sebelum memotretnya dari udara.
Google sempat berargumen bahwa layanannya berkontribusi pada demokratisasi pengetahuan. Namun majelis hakim menolak dalih tersebut: raksasa teknologi itu tidak berhak menggunakan alasan kebebasan informasi untuk membenarkan pelanggaran terhadap ruang pribadi seseorang.
Putusan ini masih bisa diajukan banding. Namun bagi Google dan perusahaan pemetaan lainnya, kasus ini menjadi peringatan serius soal batas teknologi pemetaan komersial terhadap hak privasi individu di bawah hukum Jerman.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Pengadilan Larang Raksasa Medsos Pakai Konten Pers untuk Latih AI, Denda Miliaran per Hari

Kejuaraan Hoki Es Dunia Terancam Batal, Tuan Rumah Upayakan Solusi Diplomasi

Setengah Abad Berlalu, Vaksin untuk Varian Ebola Ini Masih Belum Ada

OpenAI Kini Bernilai 1,25 Triliun Dolar Usai Raih Dana Segar 11 Miliar Dolar

Ketika Ponsel Pintar Bisa Disadap Tanpa Disadari

Kronologi Peretasan Terbesar: Dana Rp114 Triliun Raib dalam Sekejap
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



