Iklan
InternasionalBerita

Jenderal Garda Revolusi: Sanggup Hadapi Adidaya Militer Dunia Meski 47 Tahun Dijatuhi Sanksi

R

Oleh

Jenderal Garda Revolusi: Sanggup Hadapi Adidaya Militer Dunia Meski 47 Tahun Dijatuhi Sanksi
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

TEHERAN - INTARTA.com - Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menyatakan Iran telah sanggup menghadapi adidaya militer dunia dengan teknologi yang lebih unggul. Bahkan, Teheran mampu melakukannya meskipun sudah dijatuhi sanksi ekonomi dan militer secara menyeluruh selama 47 tahun.

Jenderal Garda Revolusi itu menyatakan kemajuan teknologi kedirgantaraan dalam negeri telah memungkinkan Iran menghadapi adidaya militer dunia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pengarahan mengenai sektor kedirgantaraan di Teheran.

Baca Juga:Rudal Pemandu Presisi Bakal Perkuat Helikopter Serang, Kerja Sama Militer Makin Dalam

Sanksi Justru Mempercepat Kemandirian

Mohebbi menyebut perkembangan basis industri pertahanan Iran sebagai pencapaian strategis bersejarah. "Ini juga merupakan pencapaian besar, bahwa Iran yang telah berada di bawah sanksi selama 47 tahun mampu menghadapi kekuatan militer terbesar dunia dengan teknologi yang lebih unggul," katanya, sebagaimana dikutip dari Roya News, Minggu (8/11/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sindiran terhadap Amerika Serikat (AS) dan aliansi regional pendukung perang melawan Iran. Mohebbi menambahkan, pembatasan internasional yang bertujuan menghambat pengembangan militer Teheran justru mempercepat kemandirian dalam negeri.

Baca Juga:Desakan Serangan Baru Mencuat di Tengah Negosiasi yang Masih Alot

Kondisi itu memungkinkan Angkatan Udara dan Antariksa IRGC mengembangkan sendiri pengetahuan penting di bidang kedirgantaraan serta beralih dari mengimpor sistem persenjataan asing menjadi memproduksi massal platform buatan dalam negeri.

Ketegangan yang Berimbas ke Harga Energi

Ketegangan berkepanjangan di kawasan Teluk bukan urusan jauh yang tak menyentuh kehidupan sehari-hari. Setiap kali eskalasi memanas, pasar minyak dunia bereaksi dan harga energi ikut bergerak, termasuk harga bahan bakar yang dirasakan pengendara dan pelaku usaha di Indonesia.

Pemerintah Indonesia selama ini menjaga jarak yang sama dengan semua pihak dan mengedepankan jalur diplomasi, agar pasokan energi tetap aman dan harga di dalam negeri tidak bergejolak. Pernyataan terbaru dari Teheran menjadi pengingat bahwa stabilitas kawasan tetap rapuh, dan setiap pernyataan keras dari para pihak bisa memicu gelombang baru di pasar global.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…