Ribuan Warga Israel Gelar Aksi di Tel Aviv, Tuntut Penyelidikan Independen Serangan 7 Oktober
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
TEL AVIV - INTARTA.com - Ribuan warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv pada Sabtu (24/10/2026) untuk memprotes pemerintah dan menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan yang melatarbelakangi serangan 7 Oktober 2023. Aksi tersebut digelar tiga hari sebelum pemilu pertama Israel sejak perang di Gaza dimulai.
Massa berkumpul di alun-alun publik yang dikenal sebagai Hostages Square. Aksi ini diorganisasi oleh October Council, kelompok yang didirikan keluarga para sandera yang dibawa ke Gaza tiga tahun lalu, dengan tuntutan pertanggungjawaban atas kegagalan pemerintah mencegah serangan Hamas yang mendahului perang tersebut.
Baca Juga:Eisenkot Ditunjuk Bentuk Pemerintahan Baru, Netanyahu Tersingkir dari Kursi Perdana Menteri“Tiga hari sebelum pemilu, kami akan menggelar acara puncak yang menandai tiga tahun perjuangan untuk mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban, dan membentuk komisi penyelidikan negara,” tulis October Council di X menjelang aksi.
Tokoh Oposisi Turun ke Jalan
Aksi di Tel Aviv diikuti sejumlah tokoh oposisi, termasuk Gadi Eisenkot dari partai Yashar, yang disebut sebagai rival utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari kubu kanan-tengah. Di lokasi aksi, Eisenkot disambut teriakan massa yang menyebutnya sebagai perdana menteri berikutnya.
Baca Juga:Kemenangan Pemilu Bersejarah Berujung Ujian LoyalitasPemimpin partai Demokrat, Yair Golan, juga hadir dalam aksi tersebut. Sementara itu, di berbagai wilayah lain di Israel, unjuk rasa antipemerintah juga digelar, menurut laporan surat kabar Haaretz.
Jajak pendapat menjelang pemilu pada Selasa mendatang menunjukkan persaingan ketat. Blok kanan pimpinan Netanyahu, yang berkuasa sejak akhir 2022, bersaing sengit dengan kubu Eisenkot, dan sejauh ini tak satu pun blok diproyeksikan meraih mayoritas kursi parlemen.
Komisi Penyelidikan Jadi Titik Perselisihan
Menjelang aksi, October Council telah memperingatkan aparat penegak hukum soal kemungkinan provokasi dari para pendukung pemerintah. Kelompok itu mengaku telah mengirim surat mendesak kepada Komisaris Polisi menyusul peringatan tentang upaya pihak yang terkait koalisi untuk mengganggu aksi tersebut.
Tuntutan utama massa adalah pembentukan komisi penyelidikan independen. Pemerintah koalisi Netanyahu sejauh ini menolak tuntutan itu dan sebagai gantinya menawarkan komisi “politis”, dengan separuh anggotanya ditunjuk pemerintah dan sisanya oleh legislator oposisi. Para pemimpin oposisi menyatakan akan memboikot komisi yang ditunjuk para politikus.
Pemilu mendatang dinilai bisa menentukan arah kebijakan luar negeri Israel, termasuk kemungkinan putaran serangan baru terhadap Iran. Eisenkot diyakini kurang cenderung melanjutkan aksi militer terhadap Teheran apabila ia menjadi perdana menteri berikutnya, meski partai-partai utama Israel sebagian besar sepakat dalam isu kebijakan luar negeri lainnya, termasuk penolakan terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Sumber: Al Jazeera
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Eisenkot Ditunjuk Bentuk Pemerintahan Baru, Netanyahu Tersingkir dari Kursi Perdana Menteri

Kemenangan Pemilu Bersejarah Berujung Ujian Loyalitas

Pemimpin Oposisi Ditugasi Bentuk Pemerintahan Darurat Nasional

Desakan Serangan Baru Mencuat di Tengah Negosiasi yang Masih Alot

Pemimpin Tertinggi Bersumpah Balas Setiap Serangan dengan Tanggapan Tanpa Batas

Gelombang Aksi Massa Akhir Pekan Kembali Memanas, Puluhan Ribu Aparat Disiagakan
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



