Sekjen Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Bentuk Pembangkangan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono menilai penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang diduga dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk pembangkangan terhadap atasan. Penilaian itu ia sampaikan di kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (4/11/2026).
Menurut Sugiono, perbuatan tersebut masuk kategori insubordinasi, dan penyelidikan lanjutan bisa saja menemukan motif yang lebih jauh. "Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan suatu bentuk insubordinasi, kemudian bisa jadi kemudian ditemukan motif-motif yang mengarah makar kepada presiden," ujarnya.
Baca Juga:Motif Penyadapan Masih Misteri, Pemerintah Menunggu Hasil Penyidikan PolisiBukan Kebobolan dari Luar
Sugiono yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menolak anggapan bahwa pengamanan presiden telah kebobolan. Alasannya, dugaan penyadapan itu justru berasal dari dalam lingkaran pemerintahan sendiri, bukan dari pihak luar yang menembus pengamanan.
Ia menyebut Listyo tidak bergerak sendiri, melainkan bersama dua jenderal bintang dua aktif Polri. Penegasan itu penting karena menempatkan persoalan ini bukan sekadar pelanggaran teknis, melainkan dugaan penyimpangan oleh aparat yang seharusnya berada di garis pengamanan negara.
Baca Juga:Penyadapan Presiden Dinilai Tindakan Makar, Diduga Berjalan Sejak Pilpres 2024Pernyataan keras dari petinggi Gerindra ini memperlihatkan betapa seriusnya kasus tersebut dipandang di internal koalisi pemerintahan. Ketika yang diduga melakukan penyadapan adalah pejabat yang pernah memimpin institusi kepolisian dan kini duduk di lingkaran istana, pertanyaan publik pun bergeser dari sekadar siapa pelakunya menjadi apa motifnya dan seberapa luas jaringannya.
Karena itu, kejelasan proses hukum menjadi tuntutan yang tak terhindarkan. Masyarakat perlu mendapat kepastian bahwa perkara ini diusut sampai ke akar, termasuk motif dan kemungkinan pihak lain yang terlibat, agar kepercayaan terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum tidak terus terkikis oleh spekulasi.
Sumber: SINDOnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Motif Penyadapan Masih Misteri, Pemerintah Menunggu Hasil Penyidikan Polisi

Penyadapan Presiden Dinilai Tindakan Makar, Diduga Berjalan Sejak Pilpres 2024

Menteri Sebut Ada Indikasi Makar di Balik Dugaan Penyadapan Presiden

Dugaan Penyadapan Berujung Tersangka, Aktivis Soroti Motif Politik di Baliknya

Pemberi Perintah Penyadapan Presiden Diburu, Empat Jenderal Jadi Tersangka

Media Asing Soroti Pengerahan Puluhan Ribu Tentara usai Tiga Jenderal Ditangkap
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



