Wacana HP Gratis Dikritik: Ekonom UGM Sebut Bisa Sedot APBN hingga Rp74 Triliun
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
YOGYAKARTA - INTARTA.com - Wacana pemerintah untuk membagikan telepon seluler (HP) gratis kepada masyarakat sebagai sarana penyaluran bantuan sosial (bansos) terus menuai kritik. Ekonom sekaligus dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa menimbulkan beban fiskal yang sangat besar bagi negara.
Menurut Wisnu, biaya program tersebut tidak berhenti pada pengadaan gawai semata. Negara juga harus menanggung ongkos distribusi, aktivasi perangkat, kuota internet, pemeliharaan sistem, hingga risiko penggantian perangkat yang rusak atau hilang.
Baca Juga:Hasto Sebut Gibran Kehilangan Legitimasi Moral sebagai Pemimpin Nasional"Program semacam ini juga cenderung mendorong belanja berulang, bukan sekali jalan," ujar Wisnu, Selasa (20/10), dikutip dari laman resmi UGM.
Hitung-hitungan Anggarannya
Wisnu memaparkan hitung-hitungan kasarnya. Jika pemerintah menganggarkan perangkat seharga Rp1 juta per unit untuk 20 juta penerima, dana yang dibutuhkan dari APBN khusus untuk pengadaan gawai saja sudah mencapai Rp20 triliun. Angka itu bisa melonjak hingga Rp74 triliun apabila target penerima menjangkau 74 juta orang, belum termasuk biaya pendukung lainnya.
Baca Juga:Jokowi Tegaskan Tak Ada Mahasiswa Lain Bernama Sama di Fakultas KehutananRawan Inefisiensi
Di tengah ruang anggaran negara yang terbatas, pengadaan terpusat dengan pembiayaan penuh dari negara dinilai sangat rawan mengalami inefisiensi. Wisnu menekankan perlunya pengawasan ketat untuk mencegah mark up harga, spesifikasi perangkat yang tidak sesuai kebutuhan, hingga pembelian lisensi yang sebenarnya tidak diperlukan.
Sumber: JPNN
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Hasto Sebut Gibran Kehilangan Legitimasi Moral sebagai Pemimpin Nasional

Jokowi Tegaskan Tak Ada Mahasiswa Lain Bernama Sama di Fakultas Kehutanan

Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan di Sidang, dari SD hingga Fakultas Kehutanan

Polri Sampaikan Penyesalan dan Nonaktifkan Empat Personel Buntut Penggeledahan Ponpes

Tujuh Usaha Desa yang Sering Dipandang Sebelah Mata, Padahal Bisa Mengubah Nasib

Dua Mantan Pejabat KPK Kini Kawal Program Makan Bergizi Gratis
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



