Dendam karena Ejekan Berujung Siraman Air Keras ke Rekan Kerja
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Seorang pekerja bengkel menjadi korban penyerangan air keras oleh rekan kerjanya. Pelaku, yang disebut berinisial AN, ditangkap saat hendak melarikan diri, dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Penangkapan dilakukan pada Kamis malam di dalam sebuah bus di kawasan pelabuhan. Polisi menyebut pelaku diduga hendak melarikan diri ke luar daerah ketika petugas meringkusnya. Saat ditangkap, pelaku tidak berkutik dan langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga:Diduga untuk Biayai Aksi, Uang Palsu Hampir Rp1 Miliar Digagalkan PolisiDendam akibat Ejekan Selama Bekerja
Menurut keterangan polisi, aksi penyiraman air keras itu dipicu dendam. Pelaku disebut sakit hati karena kerap diejek korban selama mereka bekerja bersama di bengkel. Ejekan yang berulang itu diduga menumpuk menjadi amarah hingga berujung pada tindakan kekerasan yang membahayakan nyawa.
Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Luka bakar yang dialaminya tergolong cukup serius, meliputi wajah dan tubuh, sehingga tim medis terus memantau kondisinya secara ketat.
Baca Juga:Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di RumahnyaAncaman Hukuman dan Pelajaran bagi Lingkungan Kerja
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal penganiayaan berencana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk bagaimana pelaku memperoleh cairan berbahaya yang digunakan dalam penyerangan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa ejekan di tempat kerja bukan hal sepele. Candaan yang dibiarkan berlarut-larut dapat merusak hubungan antarpekerja, menurunkan kenyamanan kerja, dan dalam kasus ekstrem, meledak menjadi kekerasan. Lingkungan kerja yang sehat membutuhkan sikap saling menghormati, saluran pengaduan yang jelas, dan keberanian rekan kerja maupun atasan untuk menghentikan perundungan sejak awal, sebelum berubah menjadi dendam.
Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi para pekerja bengkel dan pekerja lapangan lain: selesaikan konflik secara dewasa dengan membicarakan masalah, meminta mediasi atasan, atau menempuh jalur hukum bila merasa dirugikan, bukan membalas dengan kekerasan yang justru menghancurkan masa depan pelaku sendiri dan menyisakan luka permanen bagi korban.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Diduga untuk Biayai Aksi, Uang Palsu Hampir Rp1 Miliar Digagalkan Polisi

Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di Rumahnya

Sepuluh Siswi SD Diduga Dicabuli di Kolam Renang, Polisi Periksa Terduga Pelaku

Anggota TNI AU Tewas, Diduga Dianiaya Seniornya di Mess Lanud

Utang Rp1 Juta Berujung Maut, Tiga Orang Jadi Tersangka

Menyamar Jadi Polisi, Komplotan Culik Pria dan Peras Keluarga Rp10 Juta
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



