MBG Dinilai Bisa Bantu Lahirkan Petinju Kelas Berat Masa Depan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) menyampaikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program pemenuhan gizi nasional itu dinilai bisa membantu menjawab salah satu pekerjaan rumah pembinaan tinju di Indonesia: sulitnya menemukan bibit petinju kelas berat.
Wakil Ketua Umum PERTINA, Shelly Selowati H. Soejono, mengatakan Indonesia sebenarnya punya banyak petinju di kelas ringan. Namun, mencari calon atlet kelas berat dengan postur dan potensi fisik yang sesuai masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Baca Juga:Lebih dari Satu Juta Tenaga Kerja Diberdayakan lewat Program Makan Bergizi GratisSulit Mencari Bibit Kelas Berat
Dalam tinju, pembagian kelas pertandingan ditentukan oleh berat badan. Untuk kelas berat, postur dan tinggi badan juga menjadi bagian penting dari potensi seorang atlet. Pengalaman pembinaan menunjukkan, menemukan bibit kelas berat yang bagus tidaklah mudah.
Kondisi itu berlaku untuk atlet putra maupun putri. Bahkan, mencari petinju kelas berat putri disebut menghadapi tantangan yang lebih besar, padahal kelas-kelas tersebut menyimpan peluang prestasi yang layak dikembangkan lewat pembinaan berkelanjutan.
Baca Juga:Dua Mantan Pejabat KPK Kini Kawal Program Makan Bergizi Gratis"Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, kami berharap program ini membawa manfaat bagi anak-anak. Semoga dukungan gizi yang baik dapat membantu tumbuh kembang anak dan, dalam jangka panjang, membuka lebih banyak peluang bagi mereka yang memiliki potensi menjadi atlet," ujar Shelly.
Gizi Bukan Satu-satunya Faktor
Shelly menegaskan, tumbuh kembang atlet dipengaruhi banyak hal, mulai dari asupan gizi, kesehatan, latihan, hingga pendampingan yang tepat. Karena itu, PERTINA berharap MBG bisa menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi anak sejak dini.
Meski demikian, MBG bukan satu-satunya penentu lahirnya atlet. Potensi olahraga tetap harus dikenali sejak awal, lalu dikembangkan melalui pembinaan yang terencana dan disesuaikan dengan usia serta kondisi masing-masing anak.
Sumber: JPNN
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Lebih dari Satu Juta Tenaga Kerja Diberdayakan lewat Program Makan Bergizi Gratis

Dua Mantan Pejabat KPK Kini Kawal Program Makan Bergizi Gratis

PUI Dukung Polri, Minta Dugaan Penyadapan Presiden Ditangani Tuntas

Mantan Ketua MK: Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Bisa Berujung Makar

Jay Idzes Berpeluang Starter, Misi Berat Hentikan Empat Kekalahan Beruntun

Sekjen Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Bentuk Pembangkangan
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



