PKS Desak Gibran Tunjukkan Ijazah, PSI Minta Aturan Diperjelas lewat PTUN
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Perdebatan mengenai ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan dalam diskusi Satu Meja di KompasTV. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Gibran menunjukkan keberanian untuk memperlihatkan ijazahnya kepada publik, sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menekankan pentingnya kejelasan aturan melalui proses hukum.
Dalam diskusi itu, perwakilan PKS menyampaikan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan rasa keadilan. Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang mendapat perlakuan istimewa, sementara pihak lain tidak. Karena itu, ia berharap Gibran menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat dengan bersikap terbuka.
Baca Juga:Kasasi Dikabulkan, Polemik Ijazah Wakil Presiden Kembali MemanasPKS: Tunjukkan Secara Terbuka
PKS menilai, keterbukaan dari Gibran akan membantu meredakan kecurigaan publik. Dengan menunjukkan ijazah secara terbuka, persoalan ini tidak lagi menjadi bahan spekulasi yang berlarut-larut.
PKS juga menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memutus perkara terkait ijazah tersebut. Namun, menurut PKS, putusan itu tetap perlu ditindaklanjuti agar ada perbaikan ke depan, termasuk peran DPR RI dalam merespons dan mengawasi persoalan ini.
Baca Juga:Putusan Ijazah Memicu Perbedaan Sikap di ParlemenPSI: Biar Terang di PTUN
Di sisi lain, PSI menyampaikan harapan agar persoalan ini menjadi terang melalui proses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurut PSI, ijazah tersebut nantinya dapat diperlihatkan di depan hakim, diperdebatkan, dan diputuskan secara terbuka sehingga publik memperoleh kejelasan.
PSI juga sejak awal menginginkan adanya kejelasan aturan. Bila aturan tidak jelas, kata PSI, polemik serupa akan terus berulang dan melelahkan publik. Karena itu, PSI berharap partai-partai yang memiliki kewenangan membuat undang-undang, termasuk PKS dan PDIP, terus mengawasi kinerja pemerintahan dan memperjuangkan kepastian aturan.
Bola Kini di DPR
Diskusi tersebut menegaskan bahwa setelah putusan MK, bola kini berada di tangan DPR RI di Senayan. DPR sebagai institusi diharapkan merespons putusan itu agar publik tidak menganggap ada pembiaran terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.
Respons yang terbuka dari DPR juga dinilai penting agar semua pihak dapat mengambil pelajaran, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Pada akhirnya, baik PKS maupun PSI sama-sama menekankan satu hal: publik berhak atas kejelasan, dan kejelasan itu harus lahir dari proses yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kasasi Dikabulkan, Polemik Ijazah Wakil Presiden Kembali Memanas

Putusan Ijazah Memicu Perbedaan Sikap di Parlemen

Pimpinan Partai Didorong Segera Bertemu Bahas Putusan soal Ijazah Wapres

Hasto Sebut Gibran Kehilangan Legitimasi Moral sebagai Pemimpin Nasional

MKMK Tolak Laporan, Sembilan Hakim MK Dinyatakan Tak Langgar Etik

Ketua KPU Pastikan Verifikasi Pemilu Sudah Sesuai Aturan
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



