Dipulangkan Usai 8 Jam di Polda Metro Jaya, Greenpeace Tegaskan Perjuangan Belum Berakhir
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Enam aktivis Greenpeace Indonesia akhirnya dipulangkan dari Polda Metro Jaya pada Selasa (20/10/2026) malam, setelah tertahan selama sekitar delapan jam usai aksi damai pembentangan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Para aktivis dibawa petugas dari lokasi aksi sekitar pukul 12.00 WIB dan diperbolehkan pulang sekitar pukul 20.30 WIB. Selama berada di Mapolda Metro Jaya, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Biddokkes Polda Metro Jaya, pendataan identitas, dan diminta menuliskan kronologi aksi memanjat monumen.
Baca Juga:Penggerebekan Sarang Narkoba Berujung Perlawanan, Empat Orang DiamankanDua Spanduk Raksasa dari Puncak Monumen
Aksi dimulai sejak Selasa pagi sekitar pukul 06.05 WIB. Keenam aktivis — 4 laki-laki dan 2 perempuan — memanjat monumen dengan peralatan panjat lengkap, lalu membentangkan dua spanduk raksasa. Satu spanduk bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup" dibentangkan menghadap ke arah Istana Merdeka di utara, sementara spanduk lainnya bertuliskan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?" menghadap ke selatan Bundaran HI.
Total 11 orang dibawa ke Polda Metro Jaya dalam peristiwa itu. Lima orang dari unsur tim penyelamat dan pers lebih dahulu diperbolehkan pulang, sementara enam aktivis yang memanjat monumen menjalani pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga:Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Berkedok Rekrutmen Tentara Bayaran"Pembebasan ini bukan akhir dari perjuangan kami. Aksi damai di Bundaran HI menjadi awal untuk menggaungkan kesadaran bahwa krisis iklim sudah sampai di meja makan kita, melalui kenaikan harga pangan dan hilangnya sumber penghidupan," ujar Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, Selasa (20/10/2026).
Kritik di Dua Tahun Pemerintahan
Aksi ini digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Para aktivis menyuarakan keresahan masyarakat atas krisis iklim yang kian nyata — mulai dari kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga anomali cuaca yang mengancam penghidupan dan memperberat beban hidup.
Dari sisi kepolisian, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan pihaknya mengevakuasi para aktivis ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk penanganan medis. Menurutnya, salah seorang aktivis perempuan terlihat cukup lemas saat turun dari monumen.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan pemerintah menghormati aksi Greenpeace sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Ia menyebut krisis iklim dan biaya hidup masyarakat juga menjadi perhatian Presiden Prabowo, dengan penguatan penanganan karhutla serta kebijakan menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum, kepolisian tidak menemukan unsur tindak pidana dalam aksi tersebut. Seluruh aktivis kini telah kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
Sumber: SINDOnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Penggerebekan Sarang Narkoba Berujung Perlawanan, Empat Orang Diamankan

Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Berkedok Rekrutmen Tentara Bayaran

Iming-Iming Bonus Rp620 Juta, 58 Korban Dijerat Modus Tentara Bayaran

Aparat Proses Hukum Aksi Unjuk Rasa Anarkis, 12 Kasus Berjalan

KPU Tegaskan Sudah Bekerja Sesuai Aturan Usai Putusan Pembatalan Suket Wapres

Penggugat Minta Wapres Segera Mundur Usai Putusan Kasasi Dikabulkan
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



