Iklan
NasionalBerita

Dua Pendaki Muda Dilaporkan Hilang, Tim SAR Bergerak Melakukan Pencarian

R

Oleh

Dua Pendaki Muda Dilaporkan Hilang, Tim SAR Bergerak Melakukan Pencarian
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

LUMAJANG - INTARTA.com - Dua pendaki asal Sidoarjo, Jawa Timur, berinisial BK (19) dan MWF (19) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Laporan hilangnya kedua pendaki itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi pada Sabtu (7/11) sore.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan laporan tersebut diterima dari Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Ranu Pani pada Sabtu (7/11) pukul 14.37 WIB. "Kami menerima laporan kondisi membahayakan manusia terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Semeru, Kecamatan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang," kata I Made Oka Astawa dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang.

Baca Juga:Dua Pendaki Muda Belum Ditemukan Setelah Enam Hari Hilang

Tim SAR Dikerahkan ke Lokasi

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Banyuwangi segera mengerahkan tim untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Informasi awal menyebutkan keduanya berencana mendaki Gunung Semeru pada 31 Oktober 2026.

Namun, sejak 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya tidak dapat dihubungi. Keduanya diduga melakukan pendakian tanpa melalui prosedur perizinan resmi yang berlaku.

Baca Juga:Detik Mencekam Saat Banjir Lahar Melanda, Aktivitas Tambang Pasir Diminta Berhenti Sementara

Upaya pencarian informasi mengenai keberadaan kedua korban telah dilakukan oleh pihak terkait. Pada 4 November 2026 diketahui bahwa keduanya menyewa sepeda motor di Terminal Lumajang untuk menuju kawasan Ranu Pani.

Pentingnya Izin Pendakian Resmi

Kasus ini menjadi pengingat bagi para pendaki bahwa pendakian Gunung Semeru wajib melalui jalur perizinan resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Izin resmi bukan sekadar administrasi: data pendaki yang tercatat menjadi pegangan utama petugas ketika terjadi keadaan darurat, sehingga pencarian bisa dimulai lebih cepat dan terarah.

Keluarga kedua pendaki kini menunggu kabar dari tim pencari, sementara jalur pendakian di kawasan Ranu Pani menjadi titik awal penyisiran. Pendaki lain yang berencana mendaki dalam waktu dekat diimbau memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk melaporkan rencana perjalanan kepada petugas resort sebelum berangkat.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…