Gubernur Dukung Pengerahan Prajurit, Tegaskan Soal Kewenangan Pusat
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Gubernur setempat angkat bicara mengenai pengerahan prajurit TNI untuk mempertebal pengamanan di ibu kota. Ia menegaskan bahwa urusan keamanan dan pertahanan merupakan kewenangan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap langkah tersebut.
Sikap itu ia sampaikan di tengah kabar pengerahan prajurit dalam jumlah besar dari tiga matra TNI ke wilayah ibu kota. Salah satu matra yang disebut turut mengerahkan prajurit adalah TNI Angkatan Laut. Kabar tersebut sebelumnya beredar luas dan memicu berbagai penafsiran di masyarakat.
TNI: Pengerahan Adalah Kesiapsiagaan Biasa
Markas Besar TNI sebelumnya sudah memberikan penjelasan. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengatakan pengerahan pasukan merupakan hal biasa yang dilakukan TNI sebagai upaya kesiapsiagaan.
Baca Juga:Pesan Tegas untuk Abdi Negara Baru: Bijak Bermedsos, Utamakan PelayananNas tidak merinci secara pasti berapa total prajurit yang dikerahkan. Namun ia menegaskan pengerahan itu tidak perlu dikaitkan dengan isu lain yang sedang menjadi sorotan. TNI, kata dia, dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan negara, dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mengapa Pengamanan Dipertebal
Pramono menilai ibu kota memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian nasional. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap langkah penebalan pengamanan tersebut. Kehadiran aparat di titik-titik penting diharapkan memberi rasa aman bagi warga yang beraktivitas setiap hari.
Pengendara dan pekerja kantoran di Jakarta akan merasakan langsung penebalan pengamanan ini di jalan-jalan utama, kawasan perkantoran, dan pusat keramaian. Selama dilakukan secara proporsional dan komunikatif, kehadiran prajurit bisa menenangkan, bukan menimbulkan kecemasan. Sebaliknya, minimnya penjelasan justru membuka ruang spekulasi, sehingga penjelasan resmi dari pemerintah daerah dan TNI menjadi penting untuk meluruskan kabar yang beredar.
Ke depan, yang ditunggu publik adalah kepastian soal durasi dan skala pengerahan ini. Bila pengamanan dipertebal hanya untuk jangka pendek, pemerintah perlu menyampaikannya secara terbuka agar aktivitas warga dan dunia usaha tidak terganggu oleh ketidakpastian. Transparansi semacam itu juga membantu menjaga kepercayaan publik terhadap aparat.
Sumber: Liputan6 Terkini
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Pengerahan Pasukan Besar Disambut Dukungan Penuh demi Situasi yang Kondusif

Pesan Tegas untuk Abdi Negara Baru: Bijak Bermedsos, Utamakan Pelayanan

Gubernur Usulkan Kuota Khusus Alumni Pesantren untuk Jadi Prajurit TNI

Penertiban Bendera Berujung Maut, Satu Warga Tewas Tertembak

Media Asing Soroti Pengerahan Puluhan Ribu Tentara usai Tiga Jenderal Ditangkap

Dua Pimpinan Angkatan Darat Bahas Penguatan Kerja Sama dan Latihan Bersama
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



