Prancis Terbakar Amarah: Demo Biaya Hidup Bakar Balai Kota Berusia 140 Tahun, 1.200 Ditangkap
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
PRANCIS - INTARTA.com - Ratusan ribu orang turun ke jalan dalam demonstrasi nasional menentang kenaikan biaya hidup di Prancis pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Aksi yang digelar di sekitar 110 titik di seluruh negeri itu berujung ricuh di sejumlah kota: balai kota bersejarah dibakar, toko-toko dijarah, dan kendaraan dirusak massa.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 550.000 orang mengikuti aksi tersebut. Namun, serikat pekerja CGT memperkirakan jumlah peserta mencapai 800.000 orang. Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyebut sekitar 1.200 orang telah ditangkap dan lebih dari 150 anggota polisi terluka dalam bentrokan.
Baca Juga:Gelombang Aksi Massa Akhir Pekan Kembali Memanas, Puluhan Ribu Aparat Disiagakan“Sungguh suatu keajaiban bahwa jumlah korban jiwa tidak lebih tinggi,” ujar Lecornu saat meninjau petugas keamanan yang dikerahkan di pusat kota Paris.
Balai Kota Limoges Berusia 140 Tahun Rata dengan Api
Kerusakan paling parah terjadi di kota Limoges. Gedung balai kota yang telah berdiri lebih dari 140 tahun itu hangus dilalap api. Massa bertopeng dilaporkan membakar mobil polisi di depan gedung, memecahkan jendela, lalu masuk ke dalam sebelum menyulut api hingga menara jam bersejarah bangunan itu ambruk.
Baca Juga:Utang Membengkak, Biaya Pinjaman Melonjak ke Level Tertinggi Sejak KrisisDi kota Lyon, kantor pariwisata kota juga ikut dibakar saat sekitar 20.000 orang mengikuti demonstrasi. Sementara di Marseille, demonstran berpakaian hitam menerobos masuk ke balai kota dan merusak bangunan dengan coretan grafiti.
Butik Mewah di Paris hingga Toko Elektronik Jadi Sasaran Jarah
Penjarahan meluas ke berbagai jenis usaha di sembilan kota besar. Di Paris, kelompok pemuda bertopeng memutus sambungan kamera pengawas sebelum memecahkan kaca pertokoan dan mengambil barang dagangan. Korban meliputi supermarket, apotek, butik mewah, toko kacamata, gerai kosmetik, hingga toko elektronik.
Di Marseille, puluhan toko dibobol, termasuk butik merek mewah Hermès. Di Lille, perusuh secara spesifik menyasar gerai Apple Store di pusat kota. Aksi serupa dilaporkan terjadi di Nice, Nantes, Bordeaux, Toulouse, dan Strasbourg.
Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa yang melemparkan batu, petasan, dan bom molotov. Bentrokan sengit terjadi di alun-alun Place de la République, Paris. Wakil Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire menggambarkan kerusakan di ibu kota begitu parah.
“Seluruh ruas jalan di Paris telah hancur lebur.” — Emmanuel Gregoire, Wakil Wali Kota Paris
Macron Ancam Tindakan Hukum Tegas
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras aksi kekerasan dan penjarahan yang menodai unjuk rasa tersebut. Ia menegaskan seluruh pelaku perusakan akan diproses melalui jalur hukum.
“Tidak ada tempat untuk kekerasan di republik kita. Mereka yang telah menghancurkan, menyerang prefektur serta bisnis, bahkan menjarah balai kota kami, akan dituntut dan dihukum.” — Emmanuel Macron, Presiden Prancis
Lecornu menuding kelompok sayap kiri radikal dan para pelaku kriminal sebagai biang kericuhan. Tudingan itu dibantah tokoh sayap kiri Jean-Luc Mélenchon, yang meminta para peserta aksi menghindari tindakan anarkis. Sebaliknya, kandidat sayap kanan Marine Le Pen mengecam para perusuh dan berjanji melindungi masyarakat dari kekerasan.
Akar Protes dan Rembetan ke Negara Lain
Gelombang protes ini dipicu penurunan daya beli masyarakat Prancis yang terus merosot sejak 2024. Beban ekonomi keluarga kian berat akibat lonjakan harga bahan bakar minyak, ditambah memburuknya kondisi sekolah yang memicu demonstrasi pelajar selama berminggu-minggu. Aksi pelajar menuntut lebih banyak guru dan fasilitas belajar yang layak.
Situasi kian memanas menjelang pemilihan presiden April dan Mei 2027 untuk mencari pengganti Macron. Sejumlah pejabat pemerintah dijadwalkan bertemu pada Minggu malam untuk membahas penanganan dampak kerusuhan.
Rembetan aksi menentang mahalnya biaya hidup juga terasa di negara tetangga. Di Brussel, Belgia, polisi memakai gas air mata untuk membubarkan demonstran. Di Milan, Italia, aksi damai berubah menjadi bentrokan setelah demonstran bertopeng melempari polisi dengan batu. Di Lisboa, Portugal, puluhan ribu orang turun ke jalan menuntut kenaikan upah dan hunian yang terjangkau.
Sumber: YouTube - Official iNews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Gelombang Aksi Massa Akhir Pekan Kembali Memanas, Puluhan Ribu Aparat Disiagakan

Utang Membengkak, Biaya Pinjaman Melonjak ke Level Tertinggi Sejak Krisis

Tujuh Bulan Tanpa Kejelasan, Aktivis Geruduk Mapolres Tuntut Usut Korupsi Bappeda

Media Asing Soroti Pengerahan Puluhan Ribu Tentara usai Tiga Jenderal Ditangkap

Memimpin Perundingan Iklim Dunia di Tengah Sorotan atas Ekspor Batu Bara dan Gas

Penembakan di Alun-Alun Pusat Kota Tewaskan Enam Orang
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



