Iklan
PolitikBerita

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Budi Santoso

Oleh

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Budi Santoso)

Reading Comfort

JAKARTA - INTARTA.com - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Oktober 2026 menunjukkan hanya 44,5 persen responden yang puas, sementara 53,4 persen menyatakan kurang puas atau tidak puas.

Survei bertajuk Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo ini dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden dengan estimasi margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga:Desakan Mundur Sukarela Menguat, Kubu Gibran Bertahan dengan Aturan KPU
“Yang merasa sangat atau cukup puas dengan kinerja Prabowo sebagai presiden sekitar 44,5 persen,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani dalam rilis survei, Jumat (16/10/2026).

Tren Penurunan Selama Setahun

Hasil ini melanjutkan tren penurunan yang tercatat SMRC sepanjang 2025–2026. Pada November 2025, tingkat kepuasan masih berada di angka 81,2 persen, kemudian turun ke 66,4 persen pada Februari–Maret 2026, dan 51,1 persen pada Juli 2026.

Baca Juga:Nama Baik Tercemar, Jokowi: 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu

Menanggapi hasil survei tersebut, Pendiri SMRC Saiful Mujani menilai kinerja presiden dalam dua tahun pertama pemerintahan ini sangat buruk. Dalam tayangan di kanal YouTube KompasTV, Saiful menyebut angka kepuasan kini berada di bawah 50 persen.

“Menurut hasil studi yang kami lakukan, memang kinerja Presiden Prabowo di dua tahun pertama ini sangat buruk, bahkan di bawah 50 persen orang yang puas terhadap kinerja presiden,” kata Saiful.

Penilaian Negatif Merambat ke Persepsi Arah Negara

Penilaian negatif tersebut juga merambat ke indikator lain. SMRC mencatat persepsi masyarakat bahwa Indonesia sedang bergerak ke arah yang benar turun menjadi 48 persen pada Oktober 2026, merosot dari 83 persen pada Oktober 2024.

“Penurunan persepsi positif arah negara ini terbesar sepanjang 25 tahun terakhir,” ujar Saiful dalam presentasinya.

Sumber: YouTube - KOMPASTV

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…