Tanpa Almamater, BEM UI Gelar Demo di Tugu Tani Tandai Dua Tahun Prabowo-Gibran
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar unjuk rasa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) sore. Aksi ini digelar tepat dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi mahasiswa ini menjadi bagian dari gerakan Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar), aliansi organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menyebut demonstrasi digelar di dua titik, yakni aksi simbolik di Tugu Proklamasi, Menteng, pada pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan aksi massa di Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB.
Baca Juga:Desakan Mundur Sukarela Menguat, Kubu Gibran Bertahan dengan Aturan KPUHal yang menarik, para mahasiswa sengaja tidak mengenakan jas almamater dalam aksi sore hari tersebut. Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda menjelaskan, langkah itu diambil agar aksi lebih inklusif dan bisa membaur dengan masyarakat sipil.
"Kali ini kawan-kawan dari BEM UI akan mengadakan aksi tidak menggunakan almamater sama sekali agar kita bisa lebih inklusif dan bisa lebih membaur dengan masyarakat sipil," ujar Hafidz di lokasi aksi.
Menurut Hafidz, penyampaian aspirasi tidak boleh dibebankan kepada mahasiswa semata. Masyarakat luas, kata dia, juga memiliki hak yang sama untuk menyuarakan persoalan yang mereka hadapi.
Baca Juga:Partai Buruh Siap Pasang Badan Kawal Pemerintahan hingga 2029Sementara itu, Yatalathof menegaskan aksi tersebut bukan sekadar bentuk evaluasi terhadap pemerintah, melainkan ungkapan kekecewaan mendalam atas kondisi bangsa dalam dua tahun terakhir.
"Dua tahun pemerintahan yang gagal untuk apa dievaluasi? Kita bergerak karena sudah tidak ada harapan," kata Yatalathof.
Gerakan ini turut didasarkan pada hasil survei yang dipaparkan Komite Sadar terhadap 560 responden dari berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal menjalankan tugas. Sebanyak 71,1 persen responden menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok, sedangkan 70,6 persen menyoroti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan negara.
Komite Sadar membawa lima tuntutan dalam aksinya, yakni menetapkan kebakaran hutan dan lahan serta banjir sebagai bencana nasional, memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi, menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat, serta memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Selain BEM UI, aliansi tersebut diikuti mahasiswa dari KM ITB, Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang, Sema UGM, BEM UPN Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya. Aksi yang dikawal ketat kepolisian itu berlangsung kondusif dengan target peserta sekitar 500 orang.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Desakan Mundur Sukarela Menguat, Kubu Gibran Bertahan dengan Aturan KPU

Partai Buruh Siap Pasang Badan Kawal Pemerintahan hingga 2029

MKMK Tolak Laporan, Sembilan Hakim MK Dinyatakan Tak Langgar Etik

Pemberi Perintah Penyadapan Presiden Diburu, Empat Jenderal Jadi Tersangka

Dugaan Penyadapan Berujung Tersangka, Aktivis Soroti Motif Politik di Baliknya

Penyadapan Presiden Dinilai Tindakan Makar, Diduga Berjalan Sejak Pilpres 2024
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



