Yunarto Wijaya: MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Boleh Berjalan Pakai Insting
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, melontarkan kritik tajam terhadap perencanaan dua program andalan pemerintahan Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menurutnya, kedua program tersebut terlalu kental berjalan atas "titah" seorang presiden, bukan atas perencanaan yang teknokratis.
Kritik itu disampaikan Yunarto dalam sebuah diskusi yang videonya diunggah kanal YouTube KompasTV. Ia mengingatkan bahwa seorang presiden semestinya berhenti pada level mimpi besar, yang kemudian diterjemahkan menjadi visi, misi, dan program.
Baca Juga:Dua Mantan Pejabat KPK Kini Kawal Program Makan Bergizi GratisSerahkan ke Struktur Teknokratis
Menurut Yunarto, urusan teknis seperti berapa anggaran yang pantas dan siapa yang berhak menerima manfaat harus diserahkan kepada struktur yang teknokratis. Ia menyebut tiga pilarnya: perencanaan, kementerian koordinator, dan kementerian teknis.
"Ada yang namanya perencanaan, ada yang namanya kementerian koordinator, ada yang namanya kementerian teknis. Saya takut ini semuanya berasal dari titah seorang presiden," ujar Yunarto.
Nuansa Insting dan Serba Instan
Yunarto menilai KDMP dan MBG memiliki persoalan yang sama, yakni nuansa insting dan serba instan dalam proses perencanaannya. Akibatnya, seluruh jajaran birokrasi harus "jungkir balik" menyelaraskan diri dengan keputusan yang sifatnya insting dan instan tersebut.
Meski demikian, Yunarto menegaskan kedua program itu pada dasarnya bagus. Ia meyakini, apabila cara pandang perencanaan itu dibenahi, kedua program tersebut tidak akan mengalami persoalan berarti.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dua Mantan Pejabat KPK Kini Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Lebih dari Satu Juta Tenaga Kerja Diberdayakan lewat Program Makan Bergizi Gratis

Penyadapan Presiden Dinilai Tindakan Makar, Diduga Berjalan Sejak Pilpres 2024

Partai Buruh Siap Pasang Badan Kawal Pemerintahan hingga 2029

Sekjen Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Bentuk Pembangkangan

Motif Penyadapan Masih Misteri, Pemerintah Menunggu Hasil Penyidikan Polisi
Berita Terkini
Lihat Semua


Terancam Dideportasi, Dua Pria Ini Sebut Bakal Diperlakukan 'Seperti Budak'

Penembakan di Alun-Alun Bersejarah Tewaskan Enam Orang, Tiga Jenazah Lain Ditemukan di Rumah Pelaku



